Alasan Dibalik Target Nikah Seorang Perempuan

16 April 2013 | 09:16

Target nikah yang dimiliki oleh perempuan rata-rata di usia 24 atau 25 tahun. Coba Anda tanya pada diri Anda sendiri dan teman-teman di sekitar Anda, di usia berapa target nikah mereka? Pernahkah Anda bertanya mengapa angka 25 yang dipilih sebagai pemenuhan target menikah? Ketika seorang perempuan mendekati usia 25, mereka akan berubah menjadi lebih insecure dan sensitif ketika disinggung mengenai pernikahan. Menikah biasanya menjadi impian setiap perempuan sejak kecil. Mereka bahkan sudah merencanakan ingin mengenakan baju warna apa dan tema seperti apa. Padahal sebenarnya menikah bukan hanya tentang pesta dan senang-senang, ada tanggung jawab besar yang harus dipikul sebagai seorang istri. Tapi seiring dengan perkembangan usia dan pemahaman tentang menikah, mengapa mereka masih bermimpi untuk menikah di usia 25 tahun? Ini dia alasannya:

Target nikah

  • Katanya menyenangkan. Menurut banyak perempuan, menikah di usia 25 tahun sepertinya menyenangkan. Mereka membayangkan bahwa jika mereka menikah di usia 25 tahun, mereka masih mempunyai kesempatan untuk menikmati pernikahan muda bersama pasangan dan masih bisa having fun bersama teman-teman.
  • Mempunyai lebih banyak waktu untuk membuat perencanaan. Target nikah di usia 25 tahun bisa membuat seorang perempuan membuat perencanaan secara matang. Misalnya setelah menikah ada target lain bersama pasangan sebelum mempunyai anak, dan lain sebagainya. Biasanya yang sering terjadi perempuan lebih bisa menentukan kapan ingin mempunyai momongan dan menentukan jarak antara anak yang satu dengan anak yang lain. Jadi jika mereka menikah di atas usia 25 tahun, biasanya mereka mempunyai waktu yang lebih sedikit untuk melakukan perencanaan terhadap momongan karena semakin dewasa usia seseorang, semakin beresiko juga kehamilan dan persalinannya.
  • Sedang aktif. Usia 25 tahun merupakan usia aktif dan produktif seorang perempuan. Jadi, mereka akan lebih mampu menghadapi problematikan dari segala sisi. Pada usia ini, mereka juga lebih mampu untuk menunjukkan kepiawaian yang dimilikinya. Mereka yang masih berada di usia 25 tahun masih mempunyai semangat dan ambisi yang tinggi untuk melakukan banyak hal di dalam pernikahan dan kehidupannya sebagai seorang istri.
  • Mempunyai banyak waktu bersama suami. Pasangan usia muda bisa lebih menikmati waktu berdua bersama suami karena tidak harus buru-buru mempunyai momongan. Biasanya pasangan yang menikah muda masih menikmati banyak kegiatan berdua, seperti travelling, dan lain sebagainya.
  • Kesempatan menabung lebih banyak. Bekerja dan menabung akan lebih maksimal dilakukan pada usia muda. Misalnya Anda dan suami bisa menabung dan mempersiapkan dana persalinan, membeli aset-aset untuk modal saat dikaruniai momongan nanti, dan lain sebagainya.
  • Terhindar dari gossip. Target nikah di usia 25 tahun tentu bisa menghindarkan kita dari terpaan gosip. Misalnya kita sudah pacaran lama, maka akan dijadikan bahan gunjingan orang lain jika tidak segera menuju pelaminan. Selain itu, untuk mereka yang belum mempunyai pasangan bisa juga digunjingkan sebagai ‘perawan tua’, dan lain sebagainya.
  • Mempunyai waktu yang lebih lama bersama anak. Karena usia yang tergolong masih muda, jadi ketika dikaruniai momongan, mereka akan lebih fokus terhadap anak dan bisa mengamati tumbuh kembang sang buah hati serta bisa merencanakan masa depannya secara lebih detail.