Apa Saja sih Tanda-Tanda Jamu Oplosan?

18 April 2013 | 09:22

Jamu oplosan adalah jamu yang sudah dicampur atau dioplos dengan Bahan Kimia Obat (BKO) yang berbahaya. Jamu oplosan ini jika dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu bisa sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Baru-baru ini Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) seringkali melakukan sidak untuk mencari keberadaan jamu illegal dan oplosan, baik di pasar-pasar tradsional maupun supermarket modern. Untuk bisa mengantisipasi hal ini, sebaiknya tidak hanya BPOM yang aktif melakukan sidak tetapi masyarakat juga aktif untuk menyaring jamu mana yang memang layak dikonsumsi dan mana yang tidak. Nah, untuk membantu Anda mengamati ciri-ciri jamu yang palsu, berikut ini tanda-tandanya:

Jamu oplosan

  • Mempunyai efek cespleng. Pada dasarnya, jamu tidak memberikan efek yang cepat seperti obat-obatan modern. Untuk itulah jika kita melihat ada jamu dan merasakan efeknya yang langsung terasa, maka kemungkinan jamu tersebut sudah dicampur dengan bahan kimia obat (BKO). Dan tentunya bahan kimia obat yang dicampurkan tanpa ada pengawasan dari dokter. Jadi mulai sekarang Anda justru harus waspada terhadap jamu yang mempunyai efek cespleng atau langsung terasa khasiatnya, karena itu sangat berbahaya.
  • Mempunyai efek samping. Jamu oplosan biasa ditemukan dalam jamu kemasan. Dimana banyak yang setelah meminum jamu ini akan mengalami deg-degan. Karena sejatinya jamu yang sudah dicampur dengan bahan kimia obat akan memicu kerja jantung. Jamu yang paling banyak dirasakan mempunyai efek samping adalah jamu kuat. Jadi, jika Anda rajin mengkonsumsi jamu kuat ini, sebaiknya Anda mulai berhati-hati dan berhenti mengkonsumsi jamu ini jika terjadi efek samping yang tidak diinginkan.
  • Serbuknya tidak larut. Anda bisa melihat tanda-tanda bahwa jamu yang sedang Anda konsumsi oplosan atau tidak dilihat dari ketika menyeduhnya. Jika di dalam jamu tersebut ada bahan kimia obat, maka serbuknya susah larut dan warnanya bisa dikenali. Hal ini karena gerusan obat kimia yang dicampur ke dalam jamu tidak bisa larut sepenuhnya. Istilahnya ada serbuk yang agak menggumpal dengan warna hijau atau kuning. Walaupun sudah diaduk tetap akan terlihat serbuk ini tidak bisa larut.
  • Tidak mempunyai izin edar. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa BPOM selalu melakukan pengawasan premarket agar para pembuat jamu juga bisa mendaftarkan izin edar. Nah jika sudah adaizin edarnya, berarti jamu tersebut memang aman. Tetapi bagaimana jika belum ada? Berarti jamu tersebut keamanan dan kualitasnya belum terjamin. Memeriksa izin edar adalah hal yang paling penting untuk mengetahui ataukah jamu tersebut layak dan aman dikonsumsi atau tidak.
  • Harganya tidak wajar. Jamu oplosan yang mengandung bahan kimia obat berbahaya bisa dijual dengan harga yang lebih murah daripada produks erupa yang sudah mempunyai izin edar. Kenapa? Karena jamu ini tidak melewati mekanisme sesuai dengan prosedur BPOM, termasuk pendaftaran izin edar. Walaupun harganya lebih murah, sebaiknya kita mulai pintar untuk memilih jamu yang terpercaya saja agar tidak merusak kesehatan.