Berhenti Mengendalikan Orang lain

31 August 2012 | 09:49

Mengendalikan orang lain terkadang menjadi kebiasaan yang tidak disadari. Mengendalikan orang lain di sekitar Anda, termasuk orang-orang yang dekat dengan Anda akan membuat mereka merasa tidak nyaman dengan sikap Anda. Tak heran jika kemudian banyak orang yang menjauh dan hubungan yang terjalin pun tidak mulus lagi. Karena tanpa Anda sadari, sifat ini akan membuat Anda lebih dijauhi dan semua orang akan enggan berdekatan atau share dengan Anda.

mengendalikan orang lain

Sikap seperti ini seringkali tidak Anda sadari keberadaannya, tetapi Anda harus mulai menyadari jika ternyata tiba-tiba banyak teman, kolega bahkan keluarga yang menghindar satu per satu dari Anda. Ciri orang yang suka mengendalikan orang lain adalah lebih percaya pada diri sendiri, lebih suka mengerjakan berbagai hal seorang diri dan juga merasa khawatir dan beresiko jika mempercayakan orang lain untuk mengerjakan sesuatu. Jika Anda ingin membuat segalanya terkendali, maka ujung-ujungnya Anda akan mulai mengontrol orang lain. Dan kenyataannya, tidak ada orang yang mau dikontrol oleh orang lain secara terus-menerus.

Mengendalikan orang lain tentu menjadi sikap yang tidak menyenangkan bagi orang lain. Sekarang cobalah untuk mulai introspeksi diri, apakah kita termasuk orang yang suka mengendalikan dan mengatur orang lain di sekitar kita? Dan apakah hal tersebut masih dalam batas kewajaran atau tidak? Cobalah untuk mulai menyadari apa sebenarnya niat Anda melakukan hal tersebut. Kenali apa yang sebenarnya membuat Anda cenderung selalu mengontrol keadaan dan juga mengendalikan orang lain. Karena bisa jadi, sebenarnya ada perasaan tertentu yang sedang Anda hindari dan kemudian Anda melampiaskannya dengan bersikap dominan terhadap orang lain. Apakah alasan ini juga yang sedang Anda alami?

Sebaiknya, Anda mulai mengatasi perasaan Anda tersebut sehingga sikap menguasai orang lain akan semakin berkurang dan akhirnya membuat semua orang kembali dekat dan nyaman berhubungan dengan Anda. Mulai sekarang, perhatikan sikap dan pemikiran Anda pada sesuatu hal. Jangan terlalu mendominasi sesuatu, terlebih yang berhubungan dengan kehidupan social. Anda bisa memulainya dengan menumbuhkan perasaan penuh cinta dan kasih saying. Mulailah kenali diri Anda sepenuhnya dan kemudian miliki penghargaan atas diri Anda sendiri dan berbagilah kepada orang lain dengan rasa peduli dan kasih saying. Dengan begitu, toleransi yang Anda miliki akan jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Mengendalikan orang lain jika sudah menjadi kebiasaan terlihat sulit untuk dihilangkan. Padahal jika Anda berusaha mengenal diri sendiri seutuhnya dan juga mampu mengatasi perasaan yang muncul tanpa melampiaskannya dengan bersikap dominan terhadap orang lain, Anda akan tampil sebagai pribadi yang lebih menyenangkan lebih daripada yang Anda pikirkan selama ini. Ketika Anda bersikap lebih santai dan mengurangi kebiasaan Anda untuk mengendalikan orang lain, maka semua hubungan akan membaik karena Anda menunjukkan sikap peduli terhadap orang lain.

Mulai sekarang, cobalah untuk mulai sensitive dengan apa yang Anda lakukan dan apa yang orang lain reaksikan terhadap perilaku Anda. Jika Anda merasa lebih dominan, Anda bisa mulai mengurangi hal itu dengan lebih mengontrol diri dan mulai menanamkan kepercayaan pada orang lain bahwa mereka juga mampu untuk mengerjakan sesuatu. Jangan lantas memborbardirnya dengan serangan yang bertubi-tubi sehingga mereka akan enggan berdekatan dengan Anda. Hal ini tidak hanya berlaku di kantor saja tetapi juga di kehidupan pribadi. Ketika Anda sedang bersama dengan pasangan, orang tua, keluarga, dan teman-teman, hindari sikap terlalu mendominasi agar hubungan berlangsung secara damai dan nyaman.