Cek Ranjang Bayi Sebelum Membelinya

16 May 2014 | 09:35

Ranjang bayi adalah salah satu kebutuhan bayi yang harus dipenuhi. Selain untuk menjaga keamanan bayi, ranjang bayi juga bisa digunakan untuk melatih kemandirian bayi sejak dini. Tetapi tidak semua ranjang bayi yang dijual bebas aman untuk bayi lho, Bunda. Bunda harus jeli melihat apakah ranjang yang dipilih sudah sesuai dengan prosedur, aman dan nyaman. Ranjang adalah salah satu perlengkapan yang penting untuk bayi karena bayi lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidur di ranjang tersebut. Nah sebelum Anda membelinya, perhatikan beberapa hal berikut ini agar tidak salah pilih:

Ranjang bayi

  • Cek kelayakan kasurnya. Kasur adalah bagian penting dari ranjang bayi. Ketebalan dan jenisnya pun berbeda, ada yang 3 inci sampai 6 inci. Kepadatan kasur inilah yang mempengaruhi kualitas dan kenyamanan kasur. Untuk kasur busa yang baik seharusnya mempunyai kepadatan sekitar 1,5 pon per kaki kubik.
  • Cek kerenggangan celah pembatas ranjang. Ranjang bayi biasanya mempunyai pembatas yang terbuat dari kayu atau besi. Nah pembatas inilah yang harus Anda perhatikan juga. Pastikan celah pembatas tersebut kerenggangannya tidak lebih dari 2 3/8 inci. Hal ini untuk mencegah kepala bayi terjebak diantara pembatas tersebut atau bahkan tergelincir.
  • Pengaturan tinggi kasurnya. Beberapa jenis ranjang bayi ada yang menyediakan fasilitas pengaturan tinggi kasur, caranya dengan menaikkan maupun menurunkan tuasnya. Nah jika anak Anda sudah mulai aktif, sebaiknya menurunkan kasur tersebut agar tidak ada resiko dipanjat dan akhirnya jatuh.
  • Cek stabilitas kasur dan kayu atau penyangganya. Ranjang bayi yang bagus adalah ranjang yang stabil dan tidak mudah lepas atau jatuh. Kalaupun Anda membeli ranjang yang bisa dirakit sendiri, Anda harus pastikan bahwa Anda merakitnya dengan benar dan pastikan setelah dirakit, ranjangnya tidak berderak atau bergoyang-goyang.

Jadi ketika Anda memilih ranjang untuk sang buah hati, ada baiknya tidak hanya memikirkan faktor keindahannya saja tetapi juga faktor keselamatan dan keamanan bayi Anda. Jika memang Anda mempunyai dana dan waktu, lebih baik memesan sendiri ranjang bayi. Carilah kayu jati untuk rangka ranjang sehingga tahan lama dan kuat menyangga beban berat bayi sampai besar. Untuk ukuran pun bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jika Anda ingin menggunakannnya dalam waktu jangka panjang, Anda bisa memesan ukuran yang lebih besar daripada ranjang bayi yang ada di pasaran. Tetapi pastikan jarak antara satu pembatas ke pembatas yang lain, jangan terlalu lebar (sama seperti tips kedua). Jadi ketika bayi Anda sudah bisabelajar merangkak dan berjalan, Anda tetap bisa menidurkan anak Anda di ranjang bayi karena luas dan pembatasnya tinggi sehingga tidak bisa dipanjat.

Selamat memilih ranjang bayi, Bunda.