Cerita Dibalik Hantaran Pernikahan

24 September 2012 | 10:06

Hantaran pernikahan merupakan salah satu tradisi pernikahan di Indonesia. Hantaran pernikahan merupakan kebalikan dari seserahan. Jika seserahan adalah symbol yang diberikan oleh pihak mempelai pria kepada mempelai wanita, maka hantaran adalah bawaan yang secara khusus diberikan kepada mempelai pria yang bertujuan untuk meringankan beban pihak mempelai pria. Pemberian hantaran ini adalah tradisi yang sudah menjadi kebiasaan bahkan sudah menjadi cermin dari kesadaran diri. Anda pasti sudah familiar melihat pesta pernikahan yang mewah dan bagaimana pihak pengantin pria yang mempersiapkan berbagai keperluan untuk pesta pernikahan. Selain itu, ada juga rombongan tamu yang mempunyai kewajiban untuk membawa buah tangan bagi sang tuan rumah. Hal ini sudah melekat erat dan sudah menjadi sebuah tradisi yang tidak dapat ditinggalkan. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang melandasi terciptanya adat hantaran di Indonesia.

 Hantaran pernikahan

Adab sopan santun terhadap keluarga baru

Secara logika dan adat ketimuran, kita tidak akan berkunjung ke rumah seseorang tanpa membawa sesuatu bukan? Nah, hal ini kemudian menjadi semacam adat istiadat yang sudah mengakar erat di dalam kehidupan bermasyarakat. Karena acara pernikahan adalah acara yang menyatukan dua keluarga menjadi satu melalui sebuah ikatan resmi, yaitu pernikahan. Simbol ini kemudian dilambangkan dengan pengikatan antara pengantin pria dan pengantin perempuan. Nah, kedua orang inilah yang kemudian menyatukan keluarga mereka menjadi satu.

Prosesi pernikahan juga tidak mungkin bisa dilakukan begitu saja tanpa ada hidangan apapun di atas. Walaupun acaranya sederhana sekalipun pasti tetap ada hidangan di atas meja untuk para tamu undangan. Sang tuan rumah menyambut tamu dengan mempersiapkan hidangan. Kemudian sang tamu undangan juga menghadiri acara dengan membawa buah tangan. Oleh sebab itu, para tamu keluarga ini kemudian membawa buah tangan dalam bentuk hantaran pernikahan. Hal ini merupakan suatu bentuk sopan santun yang sudah lama diterapkan dalam hidup bermasyarakat dengan sesame untuk kemudian bisa menjalin hubungan keluarga yang harmonis.

Hantaran pernikahan juga sebagai  kewajiban bersama

Karena sejatinya, pesta pernikahan adalah perwujudan dari dua keluarga yang ingin menyatukan anak masing-masing dalam hubungan suami-istri. Jadi, di sini konteksnya sudah jelas bahwa untuk menyelenggarakan acara pernikahan sudah menjadi tanggung jawab bersama. Nah, dengan adanya kesadaran yang sama-sama dimiliki oleh keluarga kedua belah pihak, maka salah satu akan memposisikan dirinya sebagai tuan rumah dan pihak yang lain akan memposisikan dirinya sebagai tamu.

Nah, konteks inilah yang kemudian menumbuhkan kesadaran bahwa tuan rumah wjaib menjamu tamunya. Nah, bentuk hantaran sendiri sebagai symbol bahwa pihak keluarga pengantin perempuan juga mempunyai kewajiban untuk membantu mensukseskan proses dan juga pesta pernikahan keluarga mereka. Untuk itulah, sebuah pernikahan bukan hanya untuk mengikat dua orang yang sedang dimabuk asmara saja tetapi juga untuk mengikat dua keluarga besar. Kedatangan keluarga baru melalui proses pernikahan ini yang kemudian dilambangkan dengan adanya hantaran sebagai bentuk kesadaran dan juga kebersamaan dalam kegiatan pernikahan.

Hantaran pernikahan memang merupakan sebuah symbol yang kemudian memberikan gambaran yang indah bagi hubungan dua keluarga besar yang baru dipertemukan dan disatukan dengan adanya pernikahan. Oleh sebab itu, Anda dan pasangan juga harus respect terhadap pendapat orang tua tentang pesta pernikahan Anda. Karena walaupun hidup di dunia modern bukan berarti kita harus melupakan tradisi nenek moyang kita kan?