Efek Negatif Air Kolam Renang

28 May 2014 | 09:59

Air kolam renang yang sejuk dan tenang ternyata tidak setenang kelihatannya. Air kolam renang memang membuat mata yang memandang menjadi berhasrat ingin nyemplung di dalamnya. Terlebih untuk mereka yang menyukai olahraga outdoor. Berenang adalah salah satu jenis olahraga yang mengasyikkan, apalagi di musim kemarau untuk negara tropis seperti Indonesia. Mendinginkan tubuh dengan berenang di kolam renang yang sejuk tentu bisa mendinginkan hati dan kepala. Tapi hati-hati, ternyata air di dalam kolam renang tidak semenyenangkan yang selama ini dibayangkan.

Air kolam renangSeperti yang kita ketahui bersama, air di dalam kolam renang mengandung bahan kimia seperti klorin dan kaporit yang fungsinya adalah untuk menjernihkan air. Pernahkah Anda merasa kulit Anda menjadi kusam dan tidaks edap di pandang mata setelah berenang terlalu sering? Ini dampak negatif dari bahan kimia tersebut. Berikut ini daftar dampak bahan kimia tersebut untuk kulit:

  • Dehidrasi kulit. Kulit bisa berubah menjadi lebih sensitif karena sering berenang dan sering terpapar oleh bahan-bahan kimia yang ada di air kolam renang. Contoh akibat dari terlalu sering berenang adalah kulit kering, dehidrasi dan bersisik. Karena air kolam renang yang mengandung klorin bisa membuat kulit kehilangan keseimbangan pH alami kulit. Hal ini juga bisa diperparah jika berenang di air hangat. Karena air hangat dan uap bisa membuat kandungan klorin yang ada di dalam air lebih mudah terserap ke kulit sehingga tingkat kekeringan kulit menjadi lebih parah.
  • Ruam kulit. Air kolam renang bisa membuat ruam kulit, dimana terjadi gatal dan kemerahan. Pernahkah Anda berenang dan setelah selesai justru merasa kulit gatal dan akhirnya digaruk sehingga lecet dan menjadi ruam? Hal ini disebabkan karena kulit kehilangan keseimbangan cairan kulit.
  • Munculnya tanda penuaan dini. Terlalu sering berenang ternyata bisa membuat kulit lebih cepat mengalami penuaan dini, mulai dari munculnya keriput, garis-garis halus dan kulit kusam karena hilangnya cairan kulit.
  • Kemungkinan kulit rusak karena sinar matahari. Berenang outdoor pastilah berada di bawah paparan sinar matahari langsung, dimana perubahan suhu air juga makin bertambah. Ketika sedang berenang, tanpa kita sadari paparan sinar ultraviolet yang diterima oleh kulit kita pun bertambah. Hal inilah yang akhirnya membuat kulit menjadi terbakar dan kemampuannya untuk melawan efek samping sinar matahari menurun drastis sehingga kulit berubah menjadi lebih peka terhadap sinar matahari dan lebih tipis.
  • Kulit pecah-pecah. Air kolam renang yang mengandung bahan kimia tersebut tanpa disadari akan membawa kandungan kimia mengendap di kulit. Endapan inilah yang nantinya membuat kulit menjadi perih, cepat kering dan pecah-pecah.

Berenang boleh saja karena memang sangat bagus untuk kesehatan. tetapi langkah baiknya diimbangi dengan perawatan kulit ekstra.