Faktor Pemicu Insomnia

25 March 2013 | 09:14

Pemicu insomnia di dalam tubuh seseorang beraneka ragam, sesuai dengan gaya hidup yang dijalankannya. Pemicu insomnia bisa dari faktor luar tubuh dan juga faktor dari dalam. Jika insomnia ini terjadi selama beberapa waktu, maka bisa menurunkan produktivitas seseorang, mudah terserang penyakit, tidak puas dengan pekerjaan dan juga mampu meningkatkan berat badan. Berikut ini beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya insomnia:

Pemicu insomnia

  • Faktor keturunan. Ini merupakan faktor internal yang bisa menjadi pemicu gangguan tidur pada malam hari. Jika Anda mempunyai gangguan tidur di malam hari, tidak ada salahnya Anda mengecek riwayat keluarga Anda. Siapa tahu memang ada di dalam garis keturunan bahwa Anda terkena gangguan tidur ini. dengan mengetahui adanya riwayat gangguan tidur mala mini, maka Anda bisa mengantisipasinya dengan lebih bijak, yaitu dengan menghindari gaya hidup yang akan memperparah insomnia Anda.
  • “Social jet lag”. Pemicu insomnia yang kedua adalah “social jet lag”. Ciri-cirinya adalah jika pada senin pagi Anda justru sering bangun lebih pagi. Hal ini terjadi karena kebiasaan tidur yang berubah dari hari libur menuju hari kerja. Biasanya orang yang sering merasakan “social jet lag” ini adalah mereka yang mempunyai pola tidur berbeda saat weekday dan weekend. Jika terjadi terus-menerus, maka insomnia tidak bisa dihindari lagi. Dan fakta yang mengejutkan adalah seseorang yang mengalami “social jet lag” mempunyai resiko 3x besar mengalami kelebihan berat badan. Walaupun perbedaan waktu yang terjadi cuma 1 jam, tetapi pengaruhnya terhadap pola tidur sangat besar terasa di hari selanjutnya. Jadi, kita membutuhkan jadwal tidur yang konsisten, sama seperti balita.
  • Hormon perempuan. Perempuan beresiko mengalami insomnia 2x lebih besar daripada para pria. Hal ini dipengaruhi oleh hormon progesteron yang tinggi yang dimiliki oleh perempuan. Perubahan hormonal yang terjadi pada perempuan akan membuat mereka lebih mengantuk pada siang hari dan terjaga pada malam hari, seperti terjadinya siklus menstruasi, kehamilan dan menopause. Seiring dengan perubahan hormon yang terjadi pada perempuan, insomnia bisa menyebabkan rasa depresi, cemas, masalah pernafasan saat tidur dan gelisah.
  • Terlalu banyak minum minuman beralkohol. Pemicu insomnia yang keempat ini pada awalnya dipercaya bisa membantu seseorang untuk membantu tidur lebih cepat. Tapi lama-kelamaan, hal ini justru akan berbalik dan membuat Anda kecanduan dan akhirnya insomnia. Jika Anda termasuk yang suka mengkonsumsi minuman beralkohol untuk mengatasi masalah sulit tidur, maka hati-hati karena alcohol justru bisa memperburuk kondisi insomnia. Jadi, seseorang yang mengkonsumsi minuman beralkohol beresiko 2x lebih besar mengalami insomnia dan pecandu alkohol. Jadi, jangan biarkan alkohol merusak pola tidur kita.