Hal yang Menghindarkan Anda dari Putus-Nyambung

25 April 2013 | 09:39

Hubungan putus-nyambung bisa dikategorikan sebagai hubungan yang tidak sehat dan sangat melelahkan. Hubungan putus-nyambung yang datang silih berganti akan sangat berbahaya bagi sebuah hubungan itu sendiri. Lalu, apa bisa kita menghindari hubungan seperti ini? Tentu saja bisa. Karena selama Anda berpacaran, ada beberapa hal yang harus Anda berdua pahami dengan seksama. Ini dia rahasia agar Anda terhindar dari hubungan jenis ini:

Hubungan putus-nyambung

  • Sebaiknya Anda tidak menggunakan kata “tidak pernah” dan “selalu”. Pernahkah ketika kita sedang bertengkar dengan pasangan lalu mengatakan “kamu selalu saja begini…” atau “kamu itu tidak pernah begitu”. Padahal kata-kata singkat seperti ini justru bisa memperparah pertengkaran. Mulai sekarang, cobalah untuk lebih obyektif dalam memandang setiap permasalahan yang ada. Anda harus bisa memperhatikan interaksi antara Anda dan pasangan.
  • Alasan terjadinya pertengkaran. Hubungan putus-nyambung pasti berkaitan dengan alasan terjadinya pertengkaran. Jika ditanya mengapa terjadi pertengkaran dan Anda berdua masih saling tunjuk, maka Anda berdua belum bisa saling belajar satu sama lain. Anda harus bisa belajar untuk saling mengerti dan dewasa untuk menghadapi permasalahan yang ada. Jadi, cobalah untuk memahami apa yang terjadi untuk bisa saling dewasa lagi.
  • Bicarakan bersama untuk menemukan cara bekerja sama. Untuk suatu hubungan yang lebih serius, Anda harus bisa saling menjajaki satu sama lain. Anda harus bisa menjalankan hubungan sebagai sebuah tim. Cobalah untuk membicarakan arah hubungan Anda berdua dengan pasangan dan carilah cara untuk bisa saling melengkapi dan memahami. Cobalah untuk menemukan chemistry dengan pasangan. Chemistry sendiri merupakan perasaan ketika Anda sudah merasa klik dengan pasangan Anda.
  • Jangan menjadi impulsif. Anda tidak boleh menjadi orang yang terlalu cepat memutuskan dan mengambil kesimpulan atas sesuatu, terutama jika pikiran Anda masih keruh. Karena jika Anda masih menyimpan sifat ini, maka kata ‘putus’ akan dengan mudah terlontar tanpa mepertimbangkan hal-hal lain yang mungkin saja bisa terjadi. Karena jika hal ini terus-menerus terjadi, bukan tidak mungkin akan membuat hubungan Anda benar-benar berakhir.
  • Sama-sama belajar, bukannya selalu menuntut kedewasaan. Hubungan putus-nyambung biasanya juga dikarenakan salah satu sering menghakimi pasangan dengan pernyataan ‘kamu tidak mau dewasa’. Hal ini justru menunjukkan bahwa dua-duanya masih belum dewasa. Cobalah untuk belajar kedewasaan berdua dalam sebuah hubungan, bukannya berdiri sendiri-sendiri.