Hindari Move on yang Merugikan Diri Sendiri

8 October 2012 | 09:49

Move on biasanya dilakukan setelah seseorang mengalami putus cinta. Tidak sedikit pula orang yang ingin buru-buru move on agar tidak sakit hati dan bisa menjalani kehidupan normal lagi. Tetapi terkadang masih banyak hal yang dilakukan justru merugikan diri sendiri. Ada cara-cara yang salah yang dilakukan selama proses melepaskan diri dari sang kekasih tersebut. Hal-hal tersebut tidak semestinya tidak Anda lakukan dalam proses ini. Ini dia hal yang salah yang harus Anda hindari.

Move on

Pertama, clubbing. Putus cinta memang bisa membuat orang menjadi stress dan depresi. Nah, untuk menghilangkan rasa depresi ini, banyak orang yang masih menggunakan jalan pintas, misalnya dengan clubbing, bersenang-senang atau bahkan mabuk-mabukan di sebuah klub malam. Anda harus sadar bahwa cara ini bukanlah cara yang tepat untuk mengobati sakit hati Anda. Alcohol memang bisa membuat Anda terhindar dari masalah, tetaip hanya sementara! Menurut penelitian, alcohol malah bisa meningkatkan level stress yang memicu Anda untuk semakin depresi.

Move on kedua yang salah adalah dengan terburu-buru mencari pacar. Misalnya Anda baru beberapa hari atau beberapa minggu putus dari sang pacar, kemudian Anda sudah memutuskan untuk menerima pria lain. Memang tidak masalah jika Anda benar-benar jatuh cinta pada pria tersebut, tetapi apakah benar itu cinta? Karena pada umumnya, perempuan tidak bisa semudah itu untuk berpindah dari satu hati ke hati yang lain. Buru-buru mempunyai kekasih baru biasanya hanya digunakan untuk membalas dendam atau pelarian saja. Jadi, jangan pernah paksakan diri Anda untuk menjalankan hubungan baru ketika Anda belum siap. Karena selain merugikan diri sendiri, Anda juga akan merugikan pria baru tersebut.

Ketiga, pasang status galau di facebook dan twitter. Setelah putus memang meninggalkan perasaan campur aduk yang sangat menyiksa. Dan sebagian besar perempuan akan menuangkannya ke status facebook dan twitter sebagai ajang curahan hati. Mungkin Anda memang merasa sedikit lega karena akan banyak yang mengomentari dan bersimpati pada Anda. Tetapi dengan memperlihatkan kegalauan Anda sendiri justru akan membuat Anda terlihat lemah dan kekanakan. Nah, daripada Anda curhat di media social, sebaiknya Anda curhat ke teman yang Anda percaya atau menuliskannya ke dalam diary.

Move on keempat yang salah adalah gila belanja. Sebagian besar perempuan memang menganggap belanja sebagai obat ampuh untuk pelipur lara. Tetapi ingat, Anda tetap harus mampu mengatur keuangan dengan baik. Jangan menjadi seorang “impulsive buyer” yang tidak bisa menahan diri untuk belanja keperluan yang tidak penting dan tidak dibutuhkan sama sekali. Intinya, berbelanjalah sesuai dengan kemampuan dan pendapatan Anda. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari karena tagihan kartu kredit membengkak atau gaji Anda habis karena belanja.

Kelima, makan. Hal ini berbeda dari satu orang ke orang yang lain. Ada yang langsung makan banyak setelah putus, ada juga yang justru tidak nafsu makan. Jika Anda termasuk perempuan yang pertama, maka pikirkan dampak dari hal tersebut. Sebagai seorang perempuan lajang, Anda harus tetap memperhatikan dan menjaga berat badan. Ketika sedang stress, keinginan untuk makan junk food dan makanan manis memang sangat kuat, tetapi Anda harus mampu melawannya. Memang sesekali makan cokelat dan es krim tidak masalah, tetapi Anda juga tetap harus mengkombinasikannya dengan makan makanan sehat seperti sayur dan buah segar.