Jenis Obat yang Terlarang untuk Bayi

1 November 2012 | 03:02

Bayi masih mempunyai daya tahan tubuh yang lemah. Jadi, hal ini lah yang mengakibatkan bayi lebih mudah terserang berbagai kuman penyakit. Tetapi walaupun sebagai orang tua Anda takut jika buah hati Anda terkena kuman penyakit, tidak berarti Anda harus sembarangan memberikan obat-obatan pada buah hati, sekalipun itu obat alami atau herbal. Jangan malas untuk berkonsultasi dengan dokter anak untuk mengetahui kondisi anak dan juga untuk memberikan obat yang tepat pada bayi Anda. Nah, sebagai informasi bagi para bunda, berikut beberapa jenis obat yang terlarang untuk bayi. Simak jenisnya.

Bayi

Pertama, aspirin. Apapun bentuknya, sebaiknya Anda benar-benar menghindari aspirin maupun obat apapun yang mengandung aspirin untuk bayi, kecuali jika Anda sudah mengantongi petunjuk dari dokter. Dampak yang diakibatkan oleh aspirin adalah sindrom Reye yang bisa merusak organ ginjal dan juga otak si anak. Anda juga jangan berasumsi jika obat-obatan yang dijual bebas di pasaran itu tidak mengandung aspirin. Sebelum Anda memberikan obat untuk anak Anda, sebaiknya baca label obat dengan cermat. Perhatikan apakah ada kandungan aspirin atau biasanya juga dituylis dengan asam asetilsalisilat atau salisilat. Nah untuk anak yang berusia di atas 6 bulan sebaiknya berikan obat yang mengandung parasetamol atau ibuprofen.

Bayi juga tidak boleh diberikan jenis obat yang kedua, yaitu obat flu dan batuk yang dijual bebas di pasaran. Pemberian obat ini untuk bayi sangat tidak direkomendasikan. Karena menurut penelitian, obat tersebut seringkali tidak menyembuhkan tetapi berbahaya karena dosisnya yang berlebih.Ada juga efek samping yang harus Anda antisipasi yaitu sakit perut, mengantuk, ruam sampai peningkatan detak jantung.

Jenis obat yang ketiga adalah obat anti-mual. Hindari pemberian obat ini pada bayi Anda kecuali sudah mendapatkan ijin dan resep dari dokter. Karena sejatinya ketika bayi mengalami mual, hal itu hanya berlangsung sementara. Kemudian tubuh mereka mampu mengatasinya tanpa menggunakan obat-obatan. Selain itu, penggunaan obat antimual juga bisa menyebabkan komplikasi. Jika bayi Anda muntah cukup berikan cairan agar menghindari dehidrasi.

Jenis obat yang keempat adalah obat dewasa. Walaupun dalam dosis kecil, sangat tidak dianjurkan untuk memberikan obat untuk dewasa kepada balita. Untuk mengantisipasi agar tidak salah, biasanya ciri obat untuk bayi lebih pekat daripada obat untuk Anda yang lebih besar. jadi, tetaplah berhati-hati dalam memilih obat untuk buah hati Anda.

Bayi juga tidak boleh diberikan jenis obat yang kelima, yaitu obat yang diresepkan untuk anak lain. Walaupun obat itu diresepkan untuk saudaranya sendiri, belum tentu cocok dan efektif untuk anak Anda. Bahkan bisa-bisa berbahaya untuk anak Anda. Jadi, ingatlah bunda, berikan obat kepada anak Anda yang memang benar-benar diresepkan untuk anak Anda.

Jenis obat yang keenam adalah obat kadaluarsa. Anda harus selalu memeriksa persediaan obat-obatan di kotak obat Anda. Singkirkan semua hal yang sudah kadaluarsa.

Jenis obat yang ketujuh adalah ekstra asetaminofen. Biasanya obat yang mengandung asetaminofen ini digunakan untuk mengurangi nyeri dan demamnya. Jadi, Anda harus berhati-hati dalam memilih obat pada bayi yang terpisah dari obat demamnya.

Jenis obat yang kedelapan adalah obat kunyah. Karena tablet kunyah yang ditujukan untuk anak-anak bisa menimbulkan resiko tersedak pada bayi. Sebaiknya jika Anda ragu, tanyakan pada dokter atau apoteker apakah obat itu bisa digerus dan dicampur dengan makanan padat sang bayi.