Kalimat Terlarang saat Mendidik Buah Hati

6 May 2013 | 08:38

Mendidik buah hati mengharuskan kita untuk menjadi panutan yang baik. Mendidik buah hati tidak hanya menuntut kita untuk menjadi figur yang baik dengan perbuatan tetapi juga perkataan. Karena dalam masa pertumbuhannya, anak-anak akan lebih cepat menyerap dan memasukkan setiap kata yang diterimanya. Nah, apa saja kalimat larangan agar tidak berpengaruh buruk pada buah hati Anda? Ini dia!

Mendidik buah hati

  • “Jika kamu… nanti Ayah/Ibu akan memberikan…” kalimat ini biasanya dikatakan pada saat mendesak untuk membuat sang anak menurut. Kalimat ini berisi pilihan berbagai macam hal yang disukai sang anak, misalnya boneka, mobil-mobilan, dan lain sebagainya. Metode memberi imbalan ini merupakan metode yang paling tua yang digunakan oleh masyarakat untuk mengasuh anak. Padahal dampak dari metode ini bisa jadi sangat serius. Karena dengan memberikan penawaran secara teratur akan mempengaruhi perilakunya, yakni dia akan menjadi tergantung pada stimulus eksternal. Hal ini akan membuat anak tumbuh dengan otoritas orang tua. Anak-anak dengan metode didikan seperti inilah yang melanggar lalu-lintas ketika tidak ada polisi. Sebaiknya Anda memberikan ucapan terima kasih yang tulus pada anak jika dia membantu Anda melakukan sesuatu. Kata terima kasih ini akan membantu untuk memotivasi mereka dan juga memberitahu mereka perilaku apa yang Anda harapkan darinya.
  • “Berhenti menangis sekarang atau… !” Mendidik buah hati dengan menggunakan kalimat ini ketika dia sedang menangis bisa dibilang sebagai kalimat ancaman. Mungkin kalimat ini langsung membuatnya terdiam tetapi juga sekaligus mengajarkan pada anak bahwa kekuasaan merupakan cara terbaik untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Bahkan jika ancaman ini ditindak lanjuti, maka anak bisa menganggap Anda sebagai pembual dan akhirnya tidak mau lagi mendengarkan Anda. Solusinya adalah dengan menjelaskan mengapa dan apa yang dia lakukan tidaklah benar. Misalnya ketika sang anak membuat kegaduhan, Anda bisa memberitahunya bahwa hal itu mengganggu Anda yang sedang berbicara di telepon.
  • “Ayah/ Ibu janji… “Mendidik buah hati yang baik juga tidak boleh terlalu banyak mengumbar janji. Sebagai orang tua, tidak jarang yang menganggap remeh pmeberian janji kepada buah hati mereka. Karena jika hal ini menjadi kebiasaan, maka anak Anda mulai tidak percaya serta berharap pada Anda. Solusinya, beritahu pada anak Anda bahwa Anda akan mencoba yang terbaik. Jika memang tidak bisa menepati janji, cobalah untuk jujur dan minta maaflah.