Kehidupan Pribadi Bagus, Karir Pun Mulus

30 April 2014 | 09:20

Kehidupan pribadi adalah hal yang tidak harus dikorbankan ketika Anda berkarir. Kehidupan pribadi juga tidak harus terganggu ketika Anda bekerja dari hari senin sampai jum’at. Memang perasaan jenuh dan lelah seringkali datang menghampiri. Tapi apakah hal tersebut berpengaruh pada kehidupan Anda secara pribadi yang akhirnya hanya membuat kehidupan pribadi Anda menjadi tidak menyenangkan, terlebih jika sikap Anda juga berubah ke orang-orang di sekitar Anda, seperti suami, anak atau sahabat.

Kehidupan pribadiSebenarnya kedua kehidupan karir dan pribadi ini bisa berjalan beriringan dan Anda pun tetap bahagia dengan keduanya. Caranya adalah:

  • Ikuti cara Anda sendiri. Jangan jadikan diri Anda sebagai mesin. Anda harus mempunyai cara sendiri untuk mengerjakan pekerjaan kantor. Jangan memposisikan diri Anda sebagai mesin, yang mana harus tetap siaga menyelesaikan semua tugas dengan istirahat cuma sebentar. Terkadang bos di kantor juga (entah sadar, entah tidak) memperlakukan karyawannya seperti mesin. Janganlah langsung mengiyakan apa yang diperintahkan si bos ketika Anda tahu Anda tidak bisa melakukannya dengan maksimal. Cobalah berdamai dengan diri Anda sendiri. Kenali diri Anda sendiri; kapan Anda butuh istirahat dan kapan Anda menggebu-gebu dalam mengerjakan tugas. Ikuti mood tubuh asalkan tugas terselesaikan dengan baik. Dengan begitu, Anda bisa menyelesaikan tugas Anda tanpa membuat tubuh dan pikiran Anda terforsir. Misalnya ketika jam istirahat, jangan paksakan untuk mengerjakan tugas dan melupakan makan siang. Sebaliknya, manfaatkan jam istirahat untuk keluar kantor mencari udara segar, pemandangan lain untuk dipandang dan makanan sehat untuk menunjang kesehatan.
  • Berikan bantuan. Kehidupan pribadi yang sehat dan bahagia tentunya harus menjalin hubungan baik dengan orang lain, termasuk rekan kerja. Ketika Anda memberikan bantuan dengan tulus pada rekan kerja ketika dia membutuhkan bantuan, maka lingkungan Anda juga akan memberikan rasa hormat pada Anda. Ingatlah, berbuat baik pada diri sendiri dan orang lain akan membuat kehidupan Anda lebih baik dan bahagia.
  • Mengubah perspektif. Biarpun perspektif yang ada adalah kehidupan kantor pasti membosankan dan stressful, sebaiknya Anda mengubah perspektif tersebut walaupun memang seperti itulah kondisi yang terjadi. Mulai sekarang, ubahlah cara pandangan atau cara berpikir Anda melihat sesuatu dari sisi positif. Misalnya Anda mengubah perspektif kantor yang tadinya membosankan menjadi friendly karena banyak teman untuk berbagi, dan sebagainya. Jika perlu, tambahkan dekorasi atau tanaman hijau di meja kerja Anda agar suasana terlihat lebih segar.
  • Mencari peluang lain yang fresh. Jangan malas untuk berteman dengan banyak orang. Siapa tahu dengan koneksi yang Anda miliki, Anda bisa mengembangkan karir Anda.

Nikmatilah hidup Anda. Kehidupan pribadi yang bahagia adalah kehidupan yang rileks dan dinikmati. Jangan hanya terfokus pada pekerjaan saja. Hargailah diri Anda dengan berlibur ke lokasi yang tenang, seperti pantai. Atau Anda juga bisa travelling dengan pasangan Anda untuk mencari atmosfer baru sebelum kembali beraktivitas seperti semula.