Kerja Lembur? Cermati Dampak Buruknya

16 November 2012 | 09:54

Kerja lembur seringkali dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan menumpuk. Kerja lembur menjadi tuntutan sebagian besar para karyawan, khususnya karyawan swasta. Lembur memang sudah diketahui dampak buruknya karena akan berakibat kurangnya waktu istirahat dan tidur bagi sang karyawan. Tetapi jika hal tersebut merupakan sebuah tuntutan? Apa yang harus dilakukan? Mungkin hal paling memungkinkan adalah dengan menyelesaikan pekerjaan pada keesokan harinya jika di hari ini pekerjaan tersebut belum selesai.

kerja lembur

Karena baru-baru ini ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa seseorang yang bekerja selama 11 jam sehari akan mempunyai kemungkinan yang lebih besar terkena depresi dan juga beresiko terkena penyakit jantung. Hal ini jika dibandingkan dengan mereka yang bekerja dengan waktu standar, yaitu 7-8 jam sehari. Mengapa hal itu bisa terjadi? Ternyata terlalu lama berhadapan dengan computer, tekanan saat bekerja, kurangnya olahraga dan juga pola makan yang tidak teratur bisa menjadi pemicu dampak ini. Nah, berikut ini beberapa dampak negatif bagi kesehatan untuk mereka yang sering bekerja lembur.

Kerja lembur mempunyai dampak negative yang pertama, yaitu depresi. Orang yang bekerja 11 jam atau lebih dalam sehari mempunyai peningkatan resiko depresi jika dibandingkan dengan mereka yang bekerja hanya tujuh atau delapan jam sehari. Hal ini lah yang harus diwaspadi. Karena ketika seseorang sudah mulai terkena dampak depresi ini, maka dia akan lebih mudah sakit dan mentalnya menjadi tidak stabil. Hal ini lah yang akan mengganggu kehidupannya ke depan.

Dampak kedua, duduk. Hal ini tentu saja khusus untuk mereka yang pekerjaannya menuntut untuk selalu duduk sepanjang hari. Mereka harus bisa lebih waspada karena duduk terlalu lama bisa mengakibatkan beberapa masalah kesehatan, misalnya obesitas, diabetes, serangan jantung, kanker dan bahkan kematian. Dampak negative ini dikemukakan oleh para peneliti di University of Missoury. Nah untuk menyiasati Anda yang dalam pekerjaannya harus duduk, sebaiknya luangkan waktu 1 jam sekali untuk melakukan peregangan. Hal ini akan membantu tubuh lebih rileks.

Dampak ketiga, tidur. Jumlah kerja yang berlebihan tentunya akan mempengaruhi kualitas tidur. Jadi, hal ini akan menimbulkan dampak kesehatan, misalnya peningkatan berat badan, menunrunnya tingkat memori, masalah mood dan juga emosi tidak terkontrol. Masalah kesehatan yang lebih serius juga bisa menyerang, antara lain kanker dan jantung.

Kerja lembur juga mempunyai dampak yang keempat, yaitu masalah kardiovaskular. Bekerja lembur bisa meningkatkan resiko berbagai macam masalah kesehatan, baik itu masalah kesehatan yang ringan sampai masalah kesehatan yang parah, misalnya tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Hal ini karena bekerja selama 10 jam atau lebih setiap hari bisa meningkatkan 60% resiko terkena masalah kardiovaskular. Dan salah satu hal yang paling mempengaruhi penyakit ini adalah stress.

Dampak kelima adalah stress. Kemacetan lalu lintas dan beban kerja yang dihadapi setiap hari adalah hal-hal yang paling menyebabkan seseorang mengalami stress.

Dampak keenam adalah mata tegang. Karena menatap layar computer setiap hari akan menyebabkan mata tegang di tempat kerja. Hal inilah yang kemudian mengakibatkan 90% pengguna computer mengalami berbagai jenis gejala sakit kepala, penglihatan, pandangan kabur dan juga mata kering.

Dampak ketujuh, otak. Kerja lembur bisa menyebabkan resiko penurunan mental atau demensia. Hal ini akan mulai muncul pada karyawan yang bekerja selama berjam-jam di usia pertengahan.