Ketahuilah Kecerdasan Anak Anda!

4 October 2012 | 10:03

Kecerdasan anak tidak hanya bisa diukur melalui ukuran IQ (Intelligence Quotient). Kecerdasan anak berbeda dari satu anak ke anak yang lain. Setiap anak mempunyai kecerdasan yang majemuk, yaitu kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional (Emotional Quotient). Menurut penelitian yang dilakukan oleh Howard Gardner yang merupakan pendidik dan peneliti dari Harvard University Amerika Serikat, seorang anak mempunyai 9 aspek kecerdasan. Dan aspek kecerdasan inilah yang kemudian sering kita dengar dengan istilah multiple intelligences.

 Kecerdasan anak

Pertama, kecerdasan musical. Kecerdasan ini ditunjukkan dengan anak bisa dengan mudah sekali mengikuti dan mengingat lagu. Jika Anda ingin melatih dan memaksimalkan kecerdasan ini, Anda bisa membiasakannya untuk mendengarkan music dan bernyanyi. Anda bisa mengajarkan anak menyanyikan lagu-lagu sederhana seusia mereka. Anda bisa mengajarkan dan membiasakannya untuk bernyanyi sambil melakukan pekerjaan, misalnya saat mandi dan bangun pagi.

Kecerdasan anak yang kedua, kecerdasan interpersonal. Kecerdasan ini berhubungan dengan kemapuan daya tahan, gigih berusaha, tidak mudah down dan tidak minder. Misalnya ketika harus tampil di muka umum dan ketika mengikuti perlombaan. Cara melatihnya adalah dengan mengajarkan anak untuk terbiasa berada dalam sebuah kelompok dan berinteraksi dengan teman-teman sebayanya.

Ketiga, kecerdasan interpersonal (sosial). Ini adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan anak untuk beradaptasi, berelasi dan bekerjasama dengan lingkungan teman sebaya dan orang-orang di sekitarnya. Cara melatihnya adalah dengan memberikan kesempatan si kecil ditemani untuk bergaul bersama teman-teman sebayanya, berkomunikasi dan bermain dengan anak-anak sebayanya.

Keempat, kecerdasan visual spasial. Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan dalam memahami pandang ruang. Yaitu anak mampu membedakan posisi dan letak serta membayangkan ruang, di kanan, kiri, bawah, atas, depan, belakang dan sebagainya. Untuk melatihnya, Anda bisa melakukan kegiatan yang berhubungan dengan posisi atau ruang. Anda juga harus sambil menyebutkannya. Misalnya “tolong dong, kakak letakkan pensilnya di atas meja”, dan lain sebagainya.

Kecerdasan anak yang kelima, kecerdasan natural atau alami. Yaitu anak diperkenalkan dengan lingkungan hidup selain manusia, yaitu tumbuhan, manusia dan juga aneka ragam suasana alam. Misalnya mengajak anak ke kebun binatang, bermain di alam terbuka, dan lain sebagainya.

Keenam, kecerdasan kinestetik tubuh. Anak mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan yang melibatkan tubuh, misalnya menggambar, gerakan tubuh saat berdo’a, berlari, melompat, dan lain sebagainya. Untuk melatihnya, Anda bisa mengajarkan anak untuk latihan mencoret dan menggambar garis, melakukan gerakan senam dan menari dan juga menggambar lingkaran.

Ketujuh, kecerdasan moral. Yaitu kepekaan anak untuk bisa meresap kepatuhan di dalam perilaku yang baik. Misalnya tahu kapan saatnya mengucapkan terima kasih, permisi, mafa, membedakan perbuatan baik dan buruk, dan lain sebagainya.

Kedelapan, kecerdasan verbal linguistic. Cara melatihnya bisa dimulai bahkan saat Anda masih mengandung. Anda bisa mengajaknya bercakap-cakap, berbicara dengan orangtua, teman sepermainan, menyanyikan lagu anak-anak, dan menceritakan dongeng atau cerita secara kronologis.

Kesembilan, kecerdasan logika matematika. Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak untuk memahami persoalan dan memecahkan teori sederhana yang berkaitan dengan angka. Cara melatihnya, ajarkan anak untuk mengelompokkan mainan yang dimilikinya, membagikan makanan kecil dan menyebutkan jumlah yang diberikan, menghitung buah-buahan dan lain sebagainya.

 

Setiap anak terlahir unik dan siap mendapat stimulasi kecerdasan majemuk yang kita berikan di usia emas pertumbuhannya terutama sejak lahir hingga  usia 2 tahun. Dengan rangsangan kecerdasan yang tepat di dukung gisi yang sehat seimbang untuk Balita, akan membantu setiap anak untuk berkembang sesuai tahapan.