Long Life Denim

2 November 2012 | 09:51

Busana denim merupakan salah satu jenis pakaian yang digandrungi kalangan muda. Busana denim bahkan kerapkali dipakai sampai berkali-kali, khususnya untuk celana. Karena busana ini bisa dengan mudah dipadu-padankan dengan berbagai macam busana sesuai acara dan tempat yang dihadiri. Para penggemar busana denim juga tidak mudah bosan dengan model maupun bahan yang digunakan. Karena mereka justru bisa berkreasi dengan lebih bebas dengan menggunakan busana atau celana berbahan denim. Selain itu, bahan denim juga cenderung lebih tahan lama. Sehingga busana jenis ini bisa dipakai dalam jangan waktu yang lebih lama.

Busana denim

Celana denim sendiri mempunyai penggemar setia yang sangat banyak di seluruh dunia, baik pria maupun perempuan. Untuk para pria, biasanya mereka memadu-padankan celana jenis ini untuk busana kerja maupun untuk pakaian harian. Bahkan tidka jarang para pria yang setia menggunakan celana berbahan denim selama berhari-hari dan tanpa ganti maupun tanpa dicuci. Nah, karena banyaknya pecinta denim yang sangat setia, akhirnya banyak dari mereka yang menampilkan pembeda. Hal ini bisa dilihat dari segi fungsinya. Mereka mulai memperhatikan pembeda pada pakaian denim mereka. Tujuannya adalah agar tidak seragam dengan pengguna lain dengan memakai celana denim berwarna biru terang atau gelap, maka mereka juga mulai beralih ke warna lain.

Busana denim yang dipilih semakin beragam warna dan modelnya, khususnya untuk model celana. Sekarang sudah bisa didapatkan beragam pilihan warna seperti warna cokelat, hitam atau bahkan warna cerah yang semakin membuat para pemakainya menjadi lebih menonjol dan modern. Untuk menonjolkan penampilan yang berbeda dan menarik setiap harinya juga bisa dihubungkan dengan mengenakan busana yang sesuai setiap harinya. Tetapi jika Anda termasuk yang menyukai padu-padan celana denim gelap dengan atasan berwarna terang, berarti pilihan ini masih bisa menimbulkan rasa bosan dan penampilan jadi biasa-biasa saja dan tidak terkesan ada yang istimewa.

Nah untuk bisa tampil lebih berbeda dengan denim, Anda tidak membutuhkan seorang desaigner, tetapi Anda harus berkreativitas untuk menemukan kepribadian Anda di dalam tatanan busana yang Anda kenakan. Nah, salah satu usaha yang dilakukan untuk mendapatkan efek natural pada celana denim adalah dengan “dry denim” atau “raw denim”. Dry denim adalah pakaian berbahan denim yang selama lebih dari 6 bulan tidak pernah dicuci tetapi tetap dipakai dengan tingkat aktivitas yang tinggi. Hal ini akan menghasilkan hasil yang lebih alami tanpa bentukan pabrikan.

Busana denim dengan teknik “raw denim” memang sedang mengalami kenaikan pamor, walaupun di Indonesia sendiri pecinta “raw denim” masih sangat kecil. Karena orang Indonesia lebih menyukai denim yang lebih murah, yaitu “washed denim”. Berbeda dengan di luar negeri, “raw denim” lebih disukai karena memang di sana jenis inilah yang lebih murah jika dibandingkan dengan “washed denim”. Tetapi seiring dengan banyaknya perkembangan factory outlet di Indonesia, “washed denim” masih bisa diberikan aksen atau sentuhan alami seperti halnya “dry denim”. Bahkan, sudah banyak sekali brand luar yang menggunakan artificial jeans handmade dari Indonesia.

Setiap golongan masyarakat memang mempunyai kegemarannya tersendiri, misalnya di Indonesia sendiri yang menyukai celana “dry denim” yang mempunyai efek alami adalah usia 15-20 tahun. Sedangkan untuk usia di atas 30 tahun terutama para pekerja kantoran lebih memilih celana denim dengan model clean dan tanpa efek yang terlalu ekstrem.