Luluhkan Hati Bos dengan gen X

28 May 2014 | 10:00

Bos gen X memang susah untuk ditaklukkan. Bos gen X dengan usia antara 37-48 tahun ini sebaiknya diberikan perlakuan baik agar tidak membuat Anda bingung dan panik saat berhadapan dengannya:

Bos gen X

  • Pada awalnya, katakan “Ya” atau “Oke”. Sebelum Anda mengerjakan apa yang diperintahkannya, sebaiknya jangan terlalu banyak bertanya. Karena sebenarnya bos dengan gen ini lebih suka merevisi daripada memberikan panduan dan bimbingan. Mereka juga biasanya akan menganggap negatif karyawan yang selalu bertanya di awal sebelum mulai mengerjakan tugas yang diberikan untuknya. Jadi jika Anda diberikan tugas oleh bos gen X, sebaiknya kerjakan saja. Masalah benar atau tidak itu urusan belakangan. Ikuti saja bagaimana cara dia bekerja walaupun tidak sesuai dengan anggapan Anda. Terkadang cara kerja mereka memang kurang efektif tetapi atasan Anda mempunyai cara sendiri yang perlu Anda hargai.
  • Karyawan bukan teman. Bos gen X tidak sama dan tidak selunak bos pada umumnya. Jika biasanya menjelang dateline, Anda bisa mengajak orang kantor dan bos Anda untuk bersenang-senang, entah berkaraoke atau makan malam bersama. Tetapi jangan harap Anda bisa melakukan hal yang sama dengan bos tipe ini. Walaupun dia terlihat ramah, tapi jangan harap beliau sepenuhnya membuka hati dan mendengarkan keluhan karyawannya seperti sahabat. Karena mereka selalu memberikan batasan-batasan tertentu pada karyawannya. Jadi, berhati-hatilah ketika berbicara dengan bos tipe ini walaupun terkesan baik.
  • Perhatikan kewajiba dulu baru boleh menuntut hak. Tentu saja setiap atasan menyukai karyawan yang memberikan kontribusi maksimal pada perusahaan. Tidak banyak menuntut dan sedikit mengeluh. Tetapi jika atasan Anda mempunyai gen X, hal ini menjadi hal yang tak perlu disoroti. Mereka akan merasa canggung untuk membahas tentang kontribusi karyawannya, terlebih soal gaji. Pilihlah kalimat yang pas jika Anda mengajukan kenaikan gaji, misalnya “Dengan kenaikan gaji, saya yakin sekali bisa memberikan kontribusi yang lebih besar pada perusahaan”
  • Semuanya sama rata. Karyawan lalai atau karyawan rajin semuanya disama-ratakan. Bahkan jika dibuat perbandingan, hanya 20% dari atasan dengan gen X yang bisa bersikap tegas terhadap anak buah yang lalai. Mereka lebih suka menyikapi kondisi ini dengan sikap kekeluargaan daripada marah-marah. Iklim kerja yang seperti ini sebenarnya bisa memicu iklim kerja yang lemah karena terlalu santai. Untuk menghadapi hal ini, sebaiknya Anda selalu bersikap positif dan terus produktif. Karena karyawan yang potensial tentunya lebih menjanjikan daripada yang tidak.
  • Mencari karyawan yang bisa diandalkan. Bos gen X akan selalu mengandalkan pekerjaan pentingnya pada karyawan yang sudah beliau percayai. Memang tidak ada salahnya menerima setiap pekerjaan yang diberikan pada Anda tetapi jika memang pekerjaan sebelumnya masih menumpuk, sebaiknya Anda bersikap jujur dan mengingatkannya bahwa pekerjaan Anda belum sepenuhnya selesai.