Manfaat Lain Breastfeeding Bagi Sang Ibu

2 November 2012 | 09:47

Manfaat breastfeeding sudah menjadi pengetahuan umum dan memang sudah diakui secara Internasional. Manfaat breastfeeding tidak hanya untuk kesehatan bayi tetapi untuk sang Ibu, misalnya untuk menurunkan berat badan. Ternyata manfaat menyusui bukan hanya untuk menurunkan berat badan sang Ibu saja tetapi juga bisa dikaitkan dengan berkurangnya resiko diabetes. Hal ini berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh beberapa peneliti.

Manfaat breastfeeding

Anda tentunya sudah tidak asing dengan penyakit diabetes. Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolism yang bisa mempengaruhi insulin atau cara sel tubuh dalam bereaksi terhadap insulin. Sehingga menyebabkan tingginya kadar gula di dalam darah. Diabetes merupakan penyakit yang bisa mempengaruhi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Bahkan dalam jangka panjang, diabetes bisa menyebabkan komplikasi, misalnya kerusakan pada mata, ginjal, saraf, jantung dan juga luka pada kaki. Resiko diabetes bisa meningkat dengan pola makan dan juga gaya hidup yang tidak sehat. Jadi, untuk bisa mencegah diabetes adalah dengan memperbaiki gaya hidup.

Manfaat breastfeeding bagi sang Ibu yang berhubungan dengan diabetes telah ditemukan oleh para peneliti dari Australian National University. Perempuan pada awal usia 40 tahun rentan terhadap diabetes. Tetapi jika perempuan tersebut aktif menyusui pada usia mudanya, yaitu sekitar usia 20-30 tahun, resiko diabetes akan berkurang. Penelitian ini juga menyebutkan bagi perempuan yang tidak menyusui mempunyai resiko dua kali lebih besar terhadap diabetes. Nah, alasan apa lagi yang akan Anda gunakan untuk menghindari tugas mulia sebagai seorang Ibu ini?

Semua orang mengetahu bahwa aktivitas menyusui ini memang bisa membantu mengurangi lemak di perut. Sehingga hal ini akan membantu kita untuk menurunkan berat badan pasca melahirkan. Dan ternyata, lemak yang menumpuk inilah yang merupakan cikal bakal terjadinya resiko diabetes. Dari sinilah mengapa disebut resiko diabetes akan menurun ketika seorang perempuan mau menyusui anaknya secara aktif. Penemuan ini tentu saja menambah berbagai macam daftar terdahulu tentang manfaat menyusui. Jadi, menyusui itu tidak hanya bermanfaat bagi bayi tetapi juga untuk Ibu. Selain mengurangi tingkat diabetes, menyusui juga bisa mengurangi kesempatan mengembangnya kanker ovarium, rahim payudara maupun payudara. Selain itu, menyusui juga bisa menurunkan tingkat stress pada perempuan.

Manfaat breastfeeding untuk bayi memang sudah tidak diragukan lagi. Jika Anda lupa, berikut ada beberapa manfaat untuk membantu Anda mengingat kembali manfaat menyusui untuk bayi:

  • Kolostrum yang terkandung di dalam ASI mengandung zat kekebalan yang bisa melindungi bayi dari infeksi dan juga penyakit.
  • ASI mengurangi resiko bayi terkena sakit, antara lain diare, muntah, sembelit kronis, gastroenteritis, kolik dan gangguan perut yang lain.
  • ASI mengurangi resiko arthritis rematik, usus buntu akut, stenosis pylorus, hernia inguinalis, alergi, diabetes tipe I, eksim dan asma.
  • ASI mengurangi resiko penyakit pernafasan, infeksi telinga, bronchitis, pneumonia, septicaemia (keracuna darah) dan juga infeksi ginjal. ASI juga mengurangi Botulisme, meningitis, penyakit Crohn dan limfoma masa kanak-kanak. ASI juga bisa mengurangi SIDS (Sindrom kematian bayi mendadak), penyakit jantung di kemudian hari dan juga kerusakan gigi (gigi berlubang).
  • ASI mempunyai komposisi dan juga jumlah gizi yang paling sesuai dengan bayi. Karena komposisi ASI akan bervariasi sesuai dengan perubahan kebutuhan gizinya dan juga pertumbuhan individual bayi.
  • Menyusui bisa membuat anak mempunyai respon antibody terhadap vaksin lebih baik.
  • Dan lain sebagainya.