Masa Awal Pernikahan pun Harus Dijaga

21 November 2012 | 09:54

Masa awal pernikahan atau bisa dibilang masa-masa bulan madu merupakan masa dimana sepasang pengantin baru memulai perjalanan rumah tangganya secara nyata. Masa awal pernikahan terkadang dilalui dengan cara yang masih sama dengan masa dimana mereka masih pacaran. Dan hal itu terkadang mengarah pada pondasi hubungan yang belum kokoh dan hal ini tentu saja sangat berbahaya karena bisa membahayakan hubungan suami-istri. Beberapa tips mungkin bisa membantu Anda untuk memantapkan pondasi rumah tangga baru Anda dan suami.

Masa awal pernikahan

#1 jangan pernah berhenti berkencan. Walaupun Anda sudah menjadi seorang istri, sebaiknya Anda tidak meninggalkan tradisi wajib ini ketika Anda masih berpacaran. Jadi, setelah Anda menikah, Anda dan pasangan harus tetap menjaga keharmonisan, salah satunya adalah dengan cara berkencan di akhir pekan. Hal ini juga bisa menjadi suatu ajang yang bisa Anda manfaatkan untuk saling mengenal satu sama lain dan lebih mendekatkan Anda dan suami. Jadi, jangan remehkan manfaat berkencan walaupun nanti Anda sudah punya anak.

Masa awal pernikahan juga harus melakukan hal #2, yaitu dengan tidak mempermasalahkan hal-hal kecil. Di awal pernikahan, Anda dan pasangan masih dalam tahap penyesuaian satu sama lain. Walaupun Anda dan pasangan sudah berpacaran beberapa lama, tetapi kehidupan pernikahan tentu saja berbeda dengan kehidupan pernikahan. Tak jarang, mereka yang baru menikah masih belum terbiasa dengan sikap dan juga kebiasaan pasangannya. Untuk itulah, sebaiknya Anda dan pasangan jangan terlalu mempermasalahkan hal-hal kecil. Yang paling sering gemar memperhatikan hal-hal kecil adalah kaum perempuan. Untuk itulah, Anda sebaiknya mengurangi kebiasaan itu dengan mulai melakukan adaptasi dan saling pengertian satu sama lain.

#3 jelaskan ekspektasi Anda. Konflik biasa terjadi karena adalah salah pengertian dan juga salah paham. Untuk itulah, Anda harus bisa mengkomunikasikan ekspektasi Anda dengan jelas pada sang suami. Jangan lupa juga untuk meminta sang suami melakukan hal yang sama. Hal ini akan membuat Anda mengenal suami dengan lebih baik dan begitupun sebaliknya. Jadi, jangan ragu untuk sekedar share tentang apa yang Anda rasakan pada suami Anda. Jadikan suami sebagai sahabat terdekat yang bisa membuat Anda nyaman berbagi.

Masa awal pernikahan juga harus melakukan #4 yaitu dengan menerima kegagalan. Masa awal pernikahan seperti bayi yang baru belajar berjalan, dimana masa-masa ini akan membuat anda dan apsangan masih rapuh dan labil. Memang akan terjadi kegagalan di sana-sini, tetapi jangan pernah takut untuk terus berusaha membuat rumah tangga yang ideal dan harmonis.

#5 tingkatkan kualitas dan kuantitas seks. Tidak diragukan lagi bahwa seks merupakan jalan mediasi untuk suami-istri. Jadi, tidak ada salahnya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hubungan seksual Anda dan suami.

#6 meningkatkan sikap dan sifat yang baik. Pada masa awal-awal pernikahan, biasanya suami akan lebih sering menunjukkan kekurangan Anda. Ketika menanggapi kritikan ini, jangan langsung marah atau tersinggung. Sebaliknya, Anda harus bisa lebih introspeksi diri agar bisa menjadi istri idaman.

#7 jangan mudah mengucap kata cerai. Jadikan kata “cerai” sebagai kata yang haram untuk dikatakan. Seburuk apapun hubungan Anda dan suami, jangan sampai Anda mngucapkan kata tersebut, kecuali jika memang Anda berdua menginginkannya dan setelah melalui pertimbangan yang masak. Karena mudah mengucapkan kata cerai akan membuat nilai pernikahan menjadi berkurang. Jadi, hormati pasangan dan hubungan Anda dengan tidak mengumbar kata ini.