Merasa Galau dan Mentok dengan Karir?

21 March 2013 | 09:44

Karir yang mentok tak jarang dialami oleh mereka yang masih dalam kategori usia produktif. Karir yang mentok terkadang juga hanya perasaan di dalam diri sendiri yang merasa terengah-engah dan terbebani dengan pekerjaan yang kita miliki. Karena ada juga mereka yang sudah tidak dalam masa produktif tapi masih bersemangat untuk menjalankan pekerjaannya. Mungkin Anda berpikir bahwa hal ini berhubungan dengan career planning yang teratur dan tempat kerja yang manajemennya bijaksana. Benarkah demikian? Ternyata tidak. Karena semua itu ada di dalam mindset kita sendiri.

Karir yang mentok

Jika selama ini Anda berpikir bahwa pekerjaan hanya membebani saja, maka sekarang ubahlah mindset tersebut. Cobalah untuk berfikir bahwa kerja merupakan lahan untuk bermain, bersosialisasi, bertumbuh dan juga membuat bahagia. Kita juga perlu ingat bahwa kerja keras dan juga energi yang kita keluarkan akan menentukan kuantitas dan mutu kerja kita nantinya. Yang sering dilupakan seseorang saat bekerja adalah kecintaan mereka terhadap pekerjaannya. Karena orang yang menikmati pekerjaannya lebih mampu untuk menemukan prinsip kerja yang cocok untuknya dan tidak mengalami kesulitan dalam menerapkan keahliannya. Kenapa? Karena hal ini menunjukkan adanya passion yang membuat karirnya lebih hidup dan berkembang. Jadi, hidup-matinya karir tidak bisa begitu saja diserahkan pada perusahaannya tetapi harus kita yakini sebagai tanggung jawab pribadi.

  • The conditioning effect. Karir yang mentok disebabkan oleh rasa, cara pikir dan tingkah laku yang akhirnya membentuk endapan di dalam diri kita. Inilah mengapa kita diminta untuk selalu bersikap dan berpikir positif secara konsisten. Karena jika kita melakukan sesuatu secara konsisten, maka sesuatu itu akan melekat pada diri kita. Misalnya ketika kita justru konsisten dalam mengembangkan self- talk negative (misalnya dengan merasa diri sendiri tidak pernah dihargai), secara otomatis perasaan dan raut wajah kita juga akan mengarah ke statement tersebut. Dan hal inilah yang kemudian memadamkan motivasi. Untuk itulah kita harus mengubah persepsi kita tentang pekerjaan kita. Kita harus belajar untuk melihat pekerjaan kita dengan sisi lain yang lebih antusias, jadi Anda juga kan lebih bersemangat dalam membicarakan dan mengerjakannya sama seperti membicarakan pengalaman-pengalaman yang lain di luar pekerjaan. Dengan begini, karir kita pun akan lebioh hidup dan kita tidak akan merasa cepat lelah.
  • Mengajukan pertanyaan yang berkualitas. Karir yang mentok harus kita siasati dengan bertanya pada diri sendiri tentang apa yang sebenarnya kita inginkan di dalam pekerjaan kita. Karena orang yang jelas mengetahui apa yang diinginkan oleh dirinya sendiri lebih mampu menyebutkan apa yang ingin dia dapat di dalam sebuah pekerjaan, misalnya pekerjaan yang memperbolehkan Anda berpendapat, kantor yang dekat deari rumah, menyediakan tantangan, memperhatikan kesejahteraan karyawan, dan lain sebagainya.