Olahraga dan Pengaturan Makan

1 November 2012 | 02:58

Pengaturan makan tidak kalah pentingnya di dalam olahraga. Pengaturan makan sangat penting karena sebelum mengolah tubuh, kita harus menjaga asupan makanan. Alasannya adalah karena tubuh pastinya membutuhkan energi untuk terus bergerak ketika sedang dalam berolahraga. Jadi, semakin tinggi energi yang Anda miliki maka latihan juga akan semakin kuat, semakin lama dan mampu melakukan latihan yang tadinya Anda anggap berat sekalipun. Tetapi ingat, asupan makanan tidak hanya penting saat di awal sebelum olahraga saja, Anda juga membutuhkan asupan makanan yang tepat seusai olahraga. Setelah selesai berolahraga, Anda pastinya akan merasa lapar bukan? Hal ini memang hal yang sangat wajar karena tubuh membutuhkan asupan makanan untuk bisa kembali ke tingkat pemulihan.

Pengaturan makan

Eit, Anda tidak boleh sembarangan memberikan asupan pada tubuh Anda lho. Anda tetap harus memastikan bahwa makanan yang Anda asup harus sehat dan bermanfaat bagi badan. Karena yang paling penting adalah dengan menjadikan hasil latihan lebih maksimal dan makanan yang Anda konsumsi tidak mengganggu hasil dari olahraga yang Anda lakukan. Nah, bagaimana cara untuk mengkonsumsi makanan yang baik sebelum, saat dan setelah olahraga? Simak cara terbaik untuk mengasup energi tanpa membuat berat badan bertambah gemuk berikut ini.

Pengaturan makan yang pertama adalah pada saat “pre-workout”. Jika Anda mengasup makanan terakhir lebih dari lima jam yang lalu, maka Anda sebaiknya mengkonsumsi 100 sampai 200 kalori cemilan 30 menit sebelum berolahraga. Karena makanan cair akan lebih cepat dicerna oleh tubuh, maka sebaiknya Anda mengkonsumsi makanan cair seperti jus, susu atau setengah porsi gelas smoothie, yoghurt rendah lemak dan juga buah bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda.

Pengaturan yang kedua adalah pada saat “mid-workout”. Jika Anda berolahraga lebih dari 90 menit, sebaiknya Anda juga mempersiapkan dan mengkonsumsi cemilan sehat. Anda bisa memilih cemilan yang mengandung karbohidrat 100 kalori, misalnya kacang-kacangan.

Pengaturan yang ketiga adalah pada saat “post-workout”. Idealnya makanan atau minuman yang dikonsumsi setelah melakukan olahraga harus bisa membantu pemulihn badan. Anda bisa mengkonsumsi cemilan yang mengandung gabungan protein dan karbohidrat. Selain itu, Anda juga bisa mengkonsumsi karbohidrat dengan serat, misalnya buah. Jika makan berat berikutnya masih 3 jam lagi, Anda bisa mengkonsumsi makanan ringan yang kandungannya di bawah 200 kalori, misalnya roti bagel dengan olesan selai kacang atau susu cokelat rendah lemak.

Pengaturan makan yang Anda lakukan juga berlaku jika Anda berolahraga di gym. Ketika Anda memutuskan untuk berolahraga di gym, sebaiknya Anda benar-benar melihat dan memilih gym yang terbaik dan tepat untuk Anda. Untuk memilih gym yang tepat, ada enam criteria yang harus Anda penuhi:

  • Jam latihan. Ketika memilih gym, Anda harus memastikan bahwa waktu latihannya tidak bentrok dengan kegiatan Anda sehari-hari.
  • Loker. Loker akan sangat membantu Anda untuk menyimpan segala macam barang bawaan Anda. Jika Anda melakukan olahraga sepulang dari kantor atau sebelum berangkat ke kantor, pastinya Anda juga akan direpotkan dengan barang bawaan Anda yang banyak. Nah, dengan adanya loker di dalam gym yang Anda pilih, maka akan lebih meningkatkan kenyamanan Anda. Anda bisa menyimpan handuk dan peralatan mandi Anda di sana.
  • Pilihan latihan. Di tempat gym, pastinya akan banyak sekali latihan yang ada. Nah untuk mencari mana yang paling Anda sukai, sebaiknya Anda melakukan percobaan dulu beberapa hari di tempat tersebut untuk melihat apakah Anda puas dengan latihan di tempat tersebut atau tidak.
  • Member lain. Perhatikan apakah setiap kelas terlalu penuh atau tidak. Karena ini akan berpnegaruh pada tingkat kenyamanan Anda.
  • Personal trainer. Jika Anda benar-benar membutuhkan, Anda bisa menyewanya. Misalnya untuk memenuhi target penurunan berat badan, dan lain sebagainya.
  • Pembayaran. Perhatikan dengan benar setiap poin yang ada.