Penanda Kekerasan dari Perilaku Pasangan

9 October 2012 | 09:50

Perilaku pasangan seringkali menjadi suatu penanda tentang kepribadiannya sesungguhnya. Perilaku pasangan tertentu bahkan bisa menunjukkan bahwa sebenarnya si dia mempunyai kapasitas untuk melakukan kekerasan. Walaupun mungkin yang dilakukan bukanlah kekerasan fisik, bukan berarti Anda tidak mengalami kekerasan dalam hubungan berpasangan. Ketika Anda diperlakukan dengan tidak semestinya, tersakiti secara emosional, dan tidak dihargai, maka hal ini menjadi penanda bahwa hubungan Anda sedang dalam bahaya. Karena sejatinya kekerasan telah terjadi tanpa disadari.

Perilaku pasangan

Kemudian Anda harus mampu membedakan antara adu argument biasa dengan kekerasan emosional. Sudah bukan rahasia lagi jika hamper semua perempuan menolak kekerasa fisik dalam sebuah hubungan, tetapi bagaimana dengan kekerasan emosional? Nah, sekarang Anda harus mulai mengenali perilaku si dia yang bisa berpotensi untuk menimbulkan kekerasan dalam sebuah hubungan walaupun tidak terjadi kontak fisik dengan si dia. Zona bahaya akan langsung menyala jika di dalam hubungan Anda terdapat lima perilaku berikut ini:

Perilaku pasangan yang pertama, adalah suasana hatinya sangat mudah berubah. Setiap orang memang bisa berubah suasana hatinya. Tetapi jika perubahan tersebut terjadi sangat sering dan sangat mudah, Anda harus mulai waspada. Ini tandanya Anda tidak pernah bisa menebak suasana hatinya karena selalu saja berubah. Misalnya ketika Anda membuat sebuah kesalahan, si dia akan dengan mudah menumpahkan emosinya. Begitupun ketika si dia sedang kesal dengan orang lain atau sesuatu, tetap Anda yang akan menjadi sasaran rasa marahnya. Intinya, dia akan sellau menyalahkan Anda. Anda pun kemudian bisa menghindari membuat maslah dengannya. Tetapi hal ini tidak bisa menghilangkan sikap moody pasangan Anda. Pada akhirnya, Anda akan merasa tidak nyaman saat berada di dekatnya, bahkan bisa membuat Anda ketakutan.

Perilaku kedua, selalu kontra. Anda dan pasangan memang tidak selalu harus sepaham tentang sesuatu hal. Tetapi jika Anda mendapati semua sikapnya selalu kontra dengan Anda dalam hal apapun, maka Anda harus mulai waspada. Misalnya dia selalu mempertahankan pendapatnya (walaupun sebenarnya salah), selalu mendominasi percakapan dan lain sebagainya. Jadi, dia tidak pernah menunjukkan ketertarikannya terhadap segala pendapat orang lain dan bahkan Anda. Bahkan terkadang dia juga mengatakan Anda “bodoh”. Ironisnya, perkataan ini hanya diungkapkan ketika sedang berdua. Ketika dia sedang berada di depan umum, dia akan menunjukkan pesonanya sehingga tidak ada yang tahu sifat aslinya seperti apa.

Perilaku pasangan yang ketiga, selalu curiga. Si dia seringkali tidak percaya dengan Anda dan selalu mengedepankan rasa curiga yang berlebihan. Bahkan dia juga beranggapan bahwa semua hal yang Anda lakukan hanya Anda tujukan untuk menyakitinya. Dia menuduh Anda menggoda pria lain dan lain sebagainya. Padahal pada kenyatannya tuduhan yang ditujukan kepada Anda tidak pernah terbukti benar.

Perilaku keempat, sulit diajak bicara. Ketika Anda sudah mulai merasa bermasalah dengan hubungan dan sikapnya dan ingin membicarakan hal ini, selalu saja ujung-ujungnya adalah pertengkaran. Seberapapun Anda sudah berusaha mengungkapkan perasaan Anda dengan lembut, dia tidak pernah mengerti ataupun mendengarkan. Dan pada akhirnya malah membuat Anda berhenti membicarakannya. Dan yang lebih parah, dia justru melemparkan semua kesalahan pada Anda karena sudah membuat pertengkaran.

Perilaku kelima, membuat Anda merasa terjebak. Anda merasa sudah tidak tahu lagi apa yang harus Anda lakukan dan Anda merasa bingung dan terjebak dalam situasi dan hubungan ini. Anda sudah merasa tidak bahagia bersamanya. Tetapi Anda juga tidak yakin harus melakukan apa untuk mencari jalan keluarnya.