Perbedaan Keputihan Normal dan Berbahaya

29 May 2013 | 09:54

Keputihan merupakan momok yang menakutkan untuk sebagian besar wanita di seluruh dunia. Keputihan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan menimbulkan rasa tidak percaya diri khususnya bagi mereka yang sudah menikah. Sejatinya, keputihan ini dibagi menjadi dua macam, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan yang harus diwaspadai (patologis). Lalu, bagaimana cara membedakannya?

 Keputihan

Keputihan fisiologis

Keputihan fisiologis merupakan keputihan yang tidak perlu dikhawatirkan dan terjadi dengan normal. Keputihan jenis ini biasanya terjadi pada wanita setelah dan sebelum mengalami menstruasi, saat memasuki masa subur dan ketika mendapatkan rangsangan.

Ciri-ciri keputihan ini adalah:

  • Warna cairan bening atau transparan.
  • Cairan encer.
  • Tidak bau.
  • Tidak lengket.
  • Jumlah cairan yang keluar hanya sedikit.
  • Tidak menimbulkan gatal.

Jadi, ketika Anda mengalami keputihan dengan ciri-ciri tersebut, Anda tidak perlu panic. Karena hal ini normal terjadi setiap bulan. Tetapi jika Anda merasa tidak nyaman, Anda bisa mensiasatinya dengan membasuh organ intim dengan air bersih, keringkan menggunakan handuk kering dan bersih kemudian gantilah pakaian dalam Anda.

Keputihan patologis

Jenis keputihan yang satu ini merupakan keputihan yang tidak normal dan benar-benar harus diwaspadai. Keputihan yang satu ini menjadi indikasi bahwa ada suatu penyakit di organ kewanitaan atau di daerah Rahim. Jika Ibu hamil mengalami keputihan jenis ini, maka resikonya adalah gangguan kesehatan pada bayi. Nah, untuk ciri-ciri keputihan jenis ini antara lain:

  • Berwarna kuning, putih susu, keabu-abuan atau kehijauan.
  • Cairannya kental.
  • Menimbulkan bau yang tidak sedap.
  • Cairannya terkadang lengket.
  • Jumlahnya banyak dan meninggalkan bercak pada pakaian dalam.
  • Menimbulkan rasa gatal.

Jika Anda mengalami keputihan dengan ciri-ciri seperti ini, maka sebaiknya segera periksa ke dokter atau ahli kesehatan. Terutama jika Anda sering sekali mengalami keputihan. Jangan mencoba untuk mengobati sendiri keputihan Anda, misalnya dengan meminum jamu, obat-obatan atau menggunakan pembersih Miss V, karena justru bisa memperparah kondisi keputihan Anda.

Untuk kesehatan organ intim Anda, sebaiknya percayakan saja pada ahli kesehatan yang tepat. Walaupun tidak terlihat, tetapi Anda harus bisa selalu merawat dan menyayangi organ kewanitaan Anda.