Perbedaan Pola Tidur Pria dan Wanita

27 May 2013 | 09:52

Pola tidur antara pria dan wanita ternyata mempunyai perbedaan yang signifikan. Pola tidur antara pria dan wanita ini diteliti untuk mengukur suhu tubuh dan kadar melatonin pada siklus 24 jam. Dan hasilnya adalah sebagai berikut:

Pola tidur

  • Sirkadian clock pada wanita diatur lebih awal daripada pria. Tujuan pengaturan ini adalah untuk membuat mereka tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Hasilnya, wanita menunjukkan bahwa mereka cenderung melakukan kegiatan lebih awal daripada pria.
  • Siklus Sirkadian memang sebenarnya lebih awal bagi wanita daripada pria, yaitu 6 menit. Walaupun perbedaannya sangat tipis, tetapi sudah bisa memberikan efek yang signifikan terhadap tingkat energi dan tidur malam.
  • Siklus sirkadian wanita berjalan lebih awal dan lebih pendek daripada pria serta lebih banyak mempunyai jam internal yang berjalannya di bawah 24 jam.

Pola tidur yang berbeda antara pria dan wanita ini juga membuat wanita lebih terlihat segar ketika bangun tidur. Selain itu, ketika sedang dalam kondisi kurang tidur pun wanita lebih terlihat segar dibandingkan pria. Wanita juga mampu memulihkan kondisinya dengan lebih cepat ketika dia kurang tidur.

Wanita lebih bisa merasakan manfaat yang diperoleh dari tidur pulas tetapi wanita juga lebih mudah terserang kantuk dan rentan terhadap gangguan kesehatan karena kurang tidur. Hal ini disebabkan oleh fase biologis wanita. Wanita mengalami beragam fase biologis yang bisa membuatnya lebih rentan terhadap gangguan tidur, seperti kehamilan, menstruasi dan faktor hormonal yang lain. Hal inilah yang menyebabkan wanita lebih rentan terhadap gangguan insomnia daripada pria. Bahkan wanita yang berusia 40 tahun ke atas lebih rentan terhadap gangguan tidur yang lebih buruk.

Pola tidur wanita yang membuatnya lebih rentan terhadap gangguan ternyata tidak berfungsi ketika wanita tersebut sedang sakit. Wanita yang tidur kurang dari 8 jam sehari lebih mempunyai kemungkinan untuk mengalami gangguan kesehatan jika dibandingkan dengan pria. Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa penderita insomnia mayoritas adalah kaum wanita.

Tujuan diadakannya penelitian ini awalnya adalah untuk menentukan target dan cara yang paling efektif untuk bisa mengatasi gangguan tidur yang terjadi pada pria dan wanita di seluruh dunia. Karena dengan begitu, masalah atau gangguan tidur juga bisa dihindari sebelum terjadi. Nah, bagi Anda yang sudah mengetahui perbedaan antara pola tidur pria dan wanita, Anda bisa membiasakan diri untuk menjalani pola tidur yang lebih baik agar tidak terkena serangan penyakit atau gangguan tidur yang lain. Jagalah kesehatan dengan tidur cukup dan berkualitas agar sehat sampai usia tua. Selain itu, dengan rajin berolahraga, seseorang juga bisa mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik. Semangat berolahraga untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.