Perlukah Sabun Pembersih Miss V?

16 January 2013 | 09:49

Sabun pembersih Miss V mulai marak di pasaran dengan varian yang berbeda. Sabun pembersih Miss V ini sebenarnya memang dibutuhkan atau tidak ya? Pertanyaan seperti ini seringkali menginggapi para perempuan. Karena banyak yang mulai tergoda dengan bahasa iklan dan belum mengetahui apakah sabun ini benar-benar efektif? Organ genital seorang perempuan harus diketahui lebih dalam lagi. Pengetahuan yang cukup akan meningkatkan kualitas hubungan intim dengan pasangan. Berikut ini beberapa fakta tentang miss V:

Sabun pembersih Miss V

  • Sebenarnya miss V tidak mempunyai bentuk dan ukuran standar. Sangat relative antara ukuran dan bentuk miss V, begitupun dengan usia reproduksinya. Dimensi miss V juga ikut dipengaruhi oleh tinggi badan dan usia seorang perempuan dewasa.
  • Celana dalam model thongs ternyata tidak cukup higienis untuk miss V. karena celana model ini mempunyai model yang sangat ketat dan minim (yaitu hanya berupa segitiga di depan dan tali kecil di bagian pantat). Celana dalam model ini bisa membuat kotoran dan bakteri berpindah dari dubur ke miss V (bahkan sampai masuk ke saluran kemih) karena adanya kemungkinan tali celana bergeser ke depan. Sebaiknya Anda tidak memilih celana dalam model ini jika Anda sedang mengalami masalah dengan diare atau masalah pencernaan yang lain.
  • Sabun pembersih Miss V ternyata tidak dianjurkan. Ya, para dokter menyarankan para perempuan tidak menggunakan sabun pembersih ini. karena sabun ini bisa mengubah keseimbangan pH miss V dan juga bisa memicu infeksi jamur. Bahkan cairan pembersih ini juga bisa menyebarkan infeksi ke rahim dan juga meningkatkan resiko adanya penyakit radang panggul. Cobalah untuk memperhatikan setiap bau yang muncul di area genital. Karena bisa jadi bau tersebut berasal dari luar vagina, misalnya di dekat vulva. Cara terbaik untuk menghindari dan menghilangkan bau adalah dengan menjaga kebersihan area genital dengan air.
  • Masalah pada miss V bisa berupa iritas, peningkatan keputihan yang tidak biasa, perubahan bau miss V dan juga gatal di sekitar miss V. gejala-gejala tersebut di atas bisa terjadi dalam rentang waktu yang sama dan hal ini menandakan adanya vaginitis. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya keseimbangan flora di dalam miss V sedang terganggu sehingga menjadikan vagina tidak sehat. Salah satu pemicunya adalah kehamilan, penggunaan sabun pembasuh vagina dan antibiotic.
  • Pahami keputihan. Keputihan terjadi berbeda-beda pada masing-masing perempuan. Baik dari segi warna, jumlah dan juga konsistensi sepanjang siklus menstruasi. Tetapi pada dasarnya, keputihan bukan masalah yang tidak menimbulkan bau.
  • Nyeri pada saat berhubungan seks adalah hal yang umum. Tetapi intensitas nyeri yang dimaksud juga berbeda pada masing-masing orang. Kendati begitu, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan, yaitu dengan tidak memaksakan berhubungan seks ketika Anda dan pasangan sedang stress atau capek, menggunakan pelumas, dan lakukan aktivitas lain sebelum penetrasi (seperti memijat).

Sabun pembersih Miss V ternyata tidak seperti yang dihebohkan diiklan, ladies. Jadi, mulai sekarang cobalah untuk lebih bijak memilah kata-kata iklan.