Pola Makan untuk Bumil

6 September 2012 | 10:00

Pola makan bumil terkadang akan menjadi berantakan, terlebih jika hamil pertama. Pola makan bumil yang sedikit terkendala ini seharusnya cepat diatasi agar tidak mengganggu perkembangan janin. Jika Anda mengalami masalah dengan pola makan, lakukan beberapa hal berikut untuk menjaga nutrisi Ibu dan janin:

pola makan bumil

  • Makanlah dalam porsi kecil tapi sering. Hal ini untuk mengatasi masalah tidak nafsu makan.
  • Jika dengan cara pertama masih sulit makan, sebaiknya konsumsi biscuit yang ditambah dengan susu atau teh hangat.
  • Untuk menghindari iritasi lambung dan kembung yang menyebabkan nafsu makan berkurang, hindari makan santan ketan, kacang tanah, buah asam dan lain sebagainya.
  • Untuk meningkatkan nafsu makan, konsumsi buah-buahan segar seperti pepayan, apel, dan semangka. Selain meningkatkan nafsu makan, buah juga bagus untuk menyuplai vitamin.
  • Hindari makanan yang terlalu panas karena akan menyebabkan lambung terasa perih.

Kenapa bumil harus tetap menjaga pola makan yang teratur? Karena ada beberapa dampak yang akan timbul jika pola makan buruk selama masa kehamilan. Sepanjang Sembilan bulan, hanya sang Ibu lah yang memberikan nutrisi dan gizi bagi janin. Kekurangan gizi akan menyebabkan beberapa dampak merugikan:

Pola makan bumil yang buruk akan berdampak buruk bagi kehamilan

Jika Anda mengenal keluhan pada bumil seperti mual, pegal, sembelit, varises, masalah di gigi, kulit dan gusi, itu semua tidak hanya disebabkan oleh faktor hormonal tetapi juga asupan gizi yang dikonsumsi oleh sang Ibu. Rasa lelah dan mual terjadi karena bumil kekurangan karbohidrat kompleks dan protein. Jika sembelit terjadi maka disebabkan oleh kurangnya asupan makanan berserat pada bumil. Varises terjadi karena kurang asupan vitamin C. kram kaki terjadi karena kurangnya mineral fosfor dan juga kalsium.

Dampak untuk janin

Asupan gizi yang kurang bisa menghambat pertumbuhan janin. Untuk itulah bumil harus memperhatikan kualitas maupun kuantitas asupan makanannya. Pada trimester pertama jika bumil kekurangan gizi akan menyebabkan perkembangan janin tidak sempurna atau bahkan kerusakan janin. Trimester pertama ini sangat penting sekali karena organ-organ tubuh janin sedang dalam masa perkembangan. Kemudian pada trimester kedua, organ janin terus berkembang dan hamper sempurna. Selanjutnya pada trimester terakhir, otak janin mengalami perkembangan yang paling pesat dan terus berlanjut sampai lahir. Semua perkembangan di tiap masa membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Jika tidak, maka perkembangan janin tidak akan optimal.

Pola makan bumil yang tidak teratur juga berdampak pada bayi

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa status kesehatan bayi pada saat lahir berhubungan erat dengan pola makan Ibu selama masa kehamilan. Pada bumil yang dietnya tergolong baik, 95% bayi yang lahir juga dalam keadaan baik. 8% ibu hamil yang diet buruk (makan jajanan tidak bergizi) juga bayinya lahir dalam keadaan tidak sehat. Kemudian sebesar 65% dari mereka mempunyai bayi yang meninggal sebelum dilahirkan, premature, cacat lahir atau fungsi tubuhnya belum sempurna.

Menilik dari penelitian tersebut, bumil harus menerapkan pola makan sehat. Jika sebelumnya bumil mempunyai pola makan yang kurang sehat, maka dalam kondisi hamil harus mampu dan mau mengubahnya demi sang buah hati. Berbagai gangguan saat hamil yang bisa menyebabkan terganggunya pola makan sehat pun harus segera diatasi. Jangan lupakan motivasi agar bumil senantiasa mengkonsumsi makanan sehat. Sumbangsih suami sangat besar dalam memberikan motivasi dan kasih saying untuk bumil agar lebih semangat dan bahagia dalam menjalani masa kehamilannya.