Resign? Coba Cari Akar Masalahnya!

17 September 2012 | 10:43

Resign merupakan salah satu alasan seseorang untuk melepaskan masalah yang ada di kantor. Ketika seseortang memutuskan untuk resign, pasti mempunyai alasan tertentu. Misalnya ketika seseorang sudah merasa tidak nyaman bekerja dengan timnya, dan lain sebagainya. Banyak sekali alasan yang diungkapkan sebelum resign sampai akhirnya seseorang tersebut mengundurkan diri dari pekerjaannya saat ini. Ada beberapa aspek yang membuat seseorang tidak betah lagi bekerja di kantor tersebut. Diantara sebab-sebab tersebut adalah tidak lagi merasa menikmati pekerjaan karena beban kerja yang terlalu berat dan tuntutan kerja terlalu tinggi, ketidaksesuian dengan nilai-nilai pada perusahaan, stress berat yang berpengaruh pada mental dan fisik, dan lain sebagainya.

Resign

Jika Anda mengalami beberapa hal tersebut yang akhirnya membuat Anda memutuskan untuk resign, sebaiknya Anda memikirkan kembali rencana tersebut. Pikirkan apakah Anda sudah menyikapi masalah tersebut dengan optimal. Berikut hal yang harus Anda jadikan landasan berpikir tentang masalah ini.pertama, akar masalah. Anda harus memikirkan tentang akar masalah Anda dan apa akar penyebab masalah ini. Apakah ada anggota tim di mata rantai Anda atau jumlah SDM yang kurang memadai yang akhirnya membuat Anda harus menerima konsekuensi atas kinerja? Apakah ada seseorang yang tidak mengontrol pekerjaan dengan baik dan selalu mempermasalahkan pekerjaan Anda?

Resign juga harus mempertimbangkan tips yang kedua, yaitu dengan mendiskusikannya. Jika Anda sudah mengetahui akar masalah Anda, maka sebaiknya Anda segera mendiskusikannya dengan pihak berwenang di perusahaan Anda. Misalnya dengan mengambil solusi menaikkan jumlah SDM, mengefektifkan proses kerja, menegur pihak-pihak yang menghambat kinerja Anda, meningkatkan skill orang tertentu, dan lain sebagainya. Dengan berdiskusi bersama dengan pihak yang berwenang tentu saja akan membuat Anda lebih tenang dan memikirkan kembali apa saja yang harus Anda cermati sebelum Anda resign dari perusahaan dimana Anda bekerja.

Ketiga, bekerja efektif. Apakah Anda sudah bekerja dengan efektif, mendahulukan yang penting, memangkas interupsi yang tidak perlu, membedakan mana yang penting dan tidak penting, sehingga Anda tidak harus bekerja terburu-buru setiap saat untuk mengejar deadline? Bila hal ini sudah Anda lakukan, namun tidak juga mendapat respons positif, dan dibiarkan berlarut-larut oleh atasan, Anda bisa mempertimbangkan kemungkinan mengajukan resign, sesuai prosedur yang ada di perusahaan.

Resign sebelumnya juga harus mempertimbangkan tips yang keempat, yaitu dengan membuat rencana. Pikirkan kembali kebutuhan Anda bekerja. Apakah untuk mencari nafkah? Apakah untuk menambah pengalaman kerja untuk bisa melanjutkan kuliah? Apakah untuk meniti karier? Sudahkah Anda memiliki alternatif pengganti untuk mendapatkan kebutuhan utama Anda? Jika hal ini sudah Anda pikirkan dengan matang dan sudah masuk daftar antisipasi Anda, maka boleh saja Anda mempertimbangkan langkah resign. Tetapi sebaliknya, jika Anda belum memikirkan dan memperhitungkan hal ini, maka sudah waktunya Anda menata dulu rencana dengan apik dan kemudian temukan kemana Anda akan bekerja setelah Anda resign dari perusahaan saat ini.

Menentukan apa rencana dan aksi Anda selanjutnya setelah benar-benar resign harus disiapkan. Misalnya sebelum menyerahkan surat resign, Anda sudah harus menyebar surat lamaran ke beberapa perusahaan yang membutuhkan jasa Anda. Jangan sampai Anda bingung ketika sudah menganggur tetapi masih tetap belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Anda harus mengetahui bahwa mencari pekerjaan baru tidaklah segampang yang Anda bayangkan. Jadi, tentukan dateline yang masuk akal, tidak terlalu lama dan tidak terlalu singkat untuk persiapan resign Anda.