Selamatkan Pernikahan Anda! Kendalikan Impian Anda!

24 October 2012 | 01:49

Impian berlebihan terkadang menjadi bumbu yang tidak bisa dielakkan lagi. Impian berlebihan seringkali terjadi pada perempuan. Tapi siapa sih yang tidak iri melihat kisah cinta di negeri dongeng? Bahagia selamanya, mendapatkan cinta sejati dari prince charming berkuda putih, dan lain sebagainya. Cerita-cerita yang selalu disuguhkan di film-film dan buku cerita itu seringkali berpengaruh pada pola piker seorang perempuan. Kemudian, perempuan menjadikannya sebagai tolok ukur ketika menjalani sebuah hubungan pernikahan.

Impian berlebihan

Tapi taukah Anda bahwa mempunyai pola pikir seperti itu hanya akan membuat Anda semakin tidak realistis? Ketika di dalam pikiran Anda masih terfokus pada cerita dongeng tetapi pada kenyataannya tidak sesempurna yang Anda bayangkan, maka masalah seketika akan datang berkunjung. Anda mulai akan berpikir apakah ada yang salah dengan kehidupan pernikahan Anda dan hal ini hanya akan membuat hubungan Anda dan pasangan ada pada tekanan. Anda tidak harus selalu membandingkan pasangan Anda dengan prince charming yang ada di dunia dongeng, yang tampan, rendah hati, baik, setia dan bergelimang harta. Prince charming seperti itu tidak nyata dan tidak ada di dunia nyata.

Impian berlebihan untuk mempunyai pasangan seperti prince charming dan juga mempunyai kehidupan happily ever after seperti di negeri dongeng sebaiknya mulai dihentikan ketika Anda semakin dewasa. Anda tidak perlu memaksakan diri untuk mencari sosok pria yang sesuai dengan impian setiap anak gadis. Sebaiknya, Anda focus untuk mencari pasangan yang mencintai Anda dan bersedia untuk berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan mimpi-mimpi Anda berdua. Pepatah “tiada gading yang tak retak” memang benar adanya. Anda mempunyai kelemahan dan pasangan Anda juga mempunyai kekurangan. Tetapi itu tidak berarti lagi jika Anda berdua bisa saling melengkapi dan berubah untuk menjadi pasangan yang paling baik satu sama lain.

Kalimat di dalam dongeng yang sangat membuai imajinasi anak gadis adalah “and they lived happily ever after”. Tetapi apakah semua kisah cinta bisa berjalan semulus di dalam dongeng? Tentu saja tidak! Semua orang tau itu, dan Anda juga seharusnya menyadarinya. Jadi, jangan pernah berpikir dan berharap bahwa pasangan Anda adalah sosok yang sempurna yang mampu memberikan kebahagiaan abadi. Sebagai seorang manusia biasa, seharusnya Anda juga sadar dengan kelemahannya, bisa saja dia mengecewakan Anda dan begitu juga sebaliknya. Anda juga tentunya tidak bisa mengelak dari berbagai cobaan yang datang menghadang. Tetapi ingat, cobaan itu bukan berarti Anda harus mengakhiri sebuah hubungan begitu saja. Ketika hubungan Anda sedang didera cobaan, saat itulah Anda dan pasangan diharapkan bisa mempererat perasaan.

Impian berlebihan bisa dihilangkan dengan kesadaran bahwa realistis itu justru lebih indah daripada sekedar dongeng klasik. Komunikasi harus tetap jalan. Komunikasi yang lancar, kepala dingin dan juga keinginan yang kuat untuk mempertahankan hubungan merupakan kunci utama untuk sebuah hubungan yang realistis yang langgeng. Setelah Anda mampu melewati cobaan yang datang, Anda akan mendapatkan kebahagiaan yang datang dan hal ini tidak bisa dibandingkan dengan semua kisah yang ada di negeri dongeng.

Intinya, Anda tidak boleh menjadikan diri dan hubungan Anda seperti sebuah dongeng. Karena cerita di negeri dongeng tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur sebuah hubungan. Mungkin suami Anda bukanlah prince charming berkuda putih, tetapi Anda harus bisa mencari sendiri makna dari hubungan sempurna untuk Anda.