Selingkuh? Ada Fakta Mengejutkan di Belakangnya!

3 October 2012 | 10:08

Selingkuh ternyata menyimpan fakta tersendiri di belakangnya. Selingkuh bukanlah sesuatu yang patut diteladani, tetapi ternyata masih ada juga yang melakukan hal tercela ini. Ada banyak yang menyebutkan bahwa firasat seorang istri atau pasangan sangat sensitive dan menjadi perasa apabila suami berbuat macam-macam. Lalu ada juga yang mengatakan bahwa perselingkuhan terjadi jika sang pria tidak bahagia dengan kehidupan bersama pasangannya sekarang. Benarkah demikian? Pada kenyataannya, hal itu tidak selalu tepat. Nah, berikut beberapa fakta yang bisa Anda ketahui sebagai bahan referensi dan renungan.

 Selingkuh

Fakta pertama, kebanyakan pria masih cinta dengan pasangan mereka ketika berselingkuh. Karena perselingkuhan biasanya ada pada fase companionate love, yaitu ketika pasangan mulai menetap, mempunyai anak dan memantapkan kehidupan yang dibangun bersama-sama. Hal ini terjadi karena pada posisi yang sudah mapan, sisi keromantisan kerapkali mulai hilang. Pasangan dalam fase ini seringkali suffering in silence (memendam semua penderitaan). Pada akhirnya mereka berpikir bahwa kebahagiaan dan kenyamanan yang dia inginkan sudah tidak ada lagi di diri pasangan. Nah, untuk menghindari hal ini, sebaiknya Anda dan pasangan selalu meluangkan waktu untuk berpiknik bersama, jalan-jalan bersama, menyisihkan waktu untuk seks dan juga mendiskusikan harapan dan impian. Jadi, hindari untuk selalu berbicara tentang pekerjaan dan anak.

Fakta kedua selingkuh, pria biasanya selingkuh dengan perempuan yang mereka kenal. Pria yang selingkuh pada umumnya tidak begitu saja berkenalan dengan perempuan di suatu tempat. Banyak perempuan yang berpikiran bahwa semua perempuan selingkuhan adalah perempuan nakal. Kenyataan justru tidak berkata seperti itu. Karena hubungan biasanya dimulai pada status persahabatan terlebih dahulu. Bahkan menurut sebuah penelitian, 60% perselingkuhan berawal dari tempat kerja. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya Anda harus memastikan bahwa suami atau pasangan Anda lebih terhubung dengan Anda daripada dengan temannya.

Fakta ketiga, pria selingkuh untuk menyelamatkan pernikahan mereka. Pria memang mencintai pasangannya, tetapi ada kalanya dia ingin memperbaiki masalah yang sedang muncul. Sehingga akhirnya mereka mencari penyelesaian di luar untuk mengisi hal yang kosong.

Fakta keempat selingkuh, pria membenci diri mereka sendiri setelah selingkuh. Seorang pria akan mersa bahwa dirinya tidak bermoral dan cenderung membenci dirinya sendiri.

Fakta kelima, pria yang selingkuh makin mesra dengan istrinya. Karena ketika seorang pria mulai selingkuh, dia akan mulai hiperaktif secara seksual. Hal ini disebabkan oleh dengan selingkuh, dia akan merasa bahwa dorongan seksualnya bertambah kuat dan istrinya masih menjadi orang yang paling nyaman dalam urusan seksual. Kemudian ketika hubungan perselingkuhannya semakin kuat, dia akan mulai menarik diri.

Fakta keenam, perempuan juga bisa selingkuh. Tetapi perempuan mempunyai alasan yang berbeda untuk berselingkuh. Perempuan lebih mungkin berselingkuh untuk kepuasan emosional. Walaupun tidak ada kontak fisik, tetapi dengan memberikan perasaan untuk orang lain, hal itu juga sudah termasuk perselingkuhan.

Fakta ketujuh, seorang istri seringkali mengetahui suaminya selingkuh. Mereka mungkin mengetahuinya, tetapi terkadang mereka tidak tahan dan tidak berani untuk mengakuinya.

Fakta kedelapan, pernikahan tidak akan bisa selamat di tengah perselingkuhan. Pria mungkin memang setuju untuk menyelamatkan pernikahannya tetapi itu bukan berarti dia mampu menghentikan hubungannya dengan perempuan lain. Jadi, kuncinya adalah pencegahan. Teruslah menjadi perempuan yang membuatnya jatuh cinta setiap hari. Seringnya perempuan sering berubah dari pacar uang penyayang menjadi istri yang cerewet dan suka mengomel. Mulai sekarang, jangan pelit untuk memberinya pujian dan mengejutkannya dengan seks.