Siksaan Teknologi Bagi Alat kelamin Pria dan sperma

8 November 2012 | 10:07

Teknologi ternyata tidak hanya membantu kehidupan umat manusia, tetapi juga bisa merusak. Teknologi canggih ini ternyata bisa menyusahkan kaum lelaki untuk bisa membuahi pasangannya. Karena sistem reproduksi dan juga sperma bisa rusak karenanya. Benarkah? Lalu teknologi apa saja yang bisa merusak sperma dan alat vitalnya? Simak beberapa rangkuman berikut ini.

Teknologi

Pertama, sinyal WiFi. Sinyal WiFi mempunyai efek bisa merusak sperma. Hasil ini dibuktikan oleh sebuah penelitian di Argentina yang dimuat pada jurnal Fertility and Sterility. Di dalam jurnal ini, dikatakan bahwa saat sperma diletakkan di dekat jaringan WiFi, 24% sampel sperma akhirnya mati. Dan hal ini hanya membutuhkan waktu 4 jam. Sedangkan sampel sperma yang lain yang diletakkan pada jarak yang lebih jauh, ternyata hanya 14% yang mati. Hal ini tentunya menjadi perhatian agar para pria lebih bijak dalam bertindak.

Teknologi kedua yang bisa membunuh sperma adalah radiasi ponsel. Hal ini sudah mulai dikatakan di beberapa penelitian yang dilakukan di beberapa Negara. Hasil dari penelitian yang dilakukan umumnya menunjukkan radiasi gelombang elektromagnetik yang terpancar dari ponsel bisa mengganggu proses pematangan sperma. Bahkan tidak hanya ketika digunakan untuk menelpon, ponsel yang sedang dalam keadaan stand by pun mempunyai radiasi yang bisa meningkatkan resiko mandul, yaitu sebesar 30%. Untuk itulah, sebaiknya ketika sedang tidur, ponel tidak dinyalakan untuk mengurangi efek radiasi gelombang elektromagnetik.

Ketiga, getaran mesin kendaraan. Getaran mesin yang terlalu kuat bisa menjadi pemicu rusaknya sperma dan fungsi alat kelamin pria. Getaran mesin mempunyai hubungan dengan kemampuan ereksi. Tidak hanya mesin kendaraan saja yang bisa meningkatkan resiko impotensi tetapi juga getaran mesin forklift. Sebuah penelitian di jepang menunjukkan bahwa para pekerja industry yang selalu berhubungan dan bekerja dengan mesin forklift mempunyai resiko impotensi lebih tinggi daripada mereka yang bekerja jauh dari mesin forklift ini.

Teknologi keempat adalah panas laptop. Jika pasangan atau keluarga anda ada yang mempunyai kebiasaan memangku laptop, sebaiknya segera Anda peringatkan agar menghentikan kebiasaan tersebut. Karena kebiasaan memangku laptop menyala mempunyai dampak yang sangat buruk bagi para pria. Pada sebuah penelitian di Inggris ditemukan bahwa pria yang sering memangku laptop dalam keadaan menyala akan membuat spermanya terpanggang sampai keriting sehhingga sangat sulit untuk bisa membuahi pasangannya. Jadi, sebaiknya ketika berkutat dengan laptop menggunakan meja yang aman dan tidak beresiko bagi sperma, khususnya untuk anda yang sedang mendambakan momongan.

Kelima, wajan anti-lengket. Kenapa wajan anti-lengket juga termasuk kedalam musuh sperma? Karena ada beberapa jenis wajan anti-lengket yang dibuat dari bahan asam perfluoroalkyl untuk campuran pelapisnya. Dan bahan inilah yang bisa mengurangi produksi sperma pria sampai sebanyak 50%. Hal ini tentu saja mengurangi kemungkinan terjadinya pembuahan.

Teknologi-teknologi tersebut memang bermanfaat bagi kehidupan manusia selama dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan meminimalisir kemungkinan terburuknya adalah dengan menghindari terlalu lama atau terlalu dekat dengan teknologi tersebut. Atau jika tidak, Anda bisa mengimbanginya dengan makan makanan yang bergizi tinggi dan yang bermanfaat untuk kesehatan sperma serta melakukan olahraga secara rutin. Dengan begitu, pengurangan intensitas berhubungan langsung dengan teknologi-teknologi ini akan membuat sperma dan alat vital pria lebih sehat dan lebih produktif. Sehingga kehidupan keluarga bahagia pun bisa didapat.