Sudut Pandang Seorang Wanita Karir

25 September 2012 | 09:43

Wanita karir harus mempunyai berbagai sudut pandang yang akan berpengaruh pada kehidupannya sekarang dan kelak. Wanita karir yang biasa diketahui oleh masyarakat adalah seputar profesi resepsionis dan secretarial. Profesi ini memang tidak buruk, tetapi ada kalanya kita sebagai perempuan juga menginginkan sesuatu yang lebih. Dan hal itu memang bisa dibuktikan dan direalisasikan sekarang. Saat ini, situasi pada wanita karir sudah semakin luas karena peluang yang ditawarkan juga semakin banyak. Bahkan ada juga profesi yang dulunya hanya digeluti oleh para pria, sekarang juga bisa dirambah oleh para wanita, seperti kontraktor, engineering, politik dan militer.

Wanita karir

Wanita tidak melulu harus berkutat dengan profesi yang ramah dan lembut seperti perawat, sekretaris dan pramugari. Perempuan tidak melulu harus mengambil pekerjaan dengan jenis pekerjaan yang disebut pink collar. Bahkan, ada beberapa pernyataan sumbang yang masih mengatakan bahwa banyak wanita karir yang sudah meninggalkan citra kewanitaannya agar bisa menjadi one of the boys. Alhasil, mereka juga akhirnya tidak segan untuk berkecimpung dalam aksi tak terpuci seperti korupsi dan kolusi. Tetapi untuk aksi kriminalitas apapun, gender bukan merupakan sesuatu yang bisa dipermasalahkan.

Wanita karir dulu dan sekarang memang sudah banyak mengalami perubahan. Jika dulu diskriminasi merupakan sesuatu yang sifatnya umum, maka sekarang sudah menjadi suatu pelanggaran yang bisa berakhir di meja hokum. Jika dulu wanita lebih memprioritaskan dirinya untuk menjadi seorang istri dan Ibu, maka sekarang keseimbangan antara kehidupan personal dan karir lebih diminati oleh sebagian besar wanita di seluruh dunia. Bisa dikatakan, jika pada jaman dulu produktivitas wanita hanya bergantung pada keterbatasan pembalut, maka sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku sama sekali. Read on!

Alasan:

  • Dulu. Jika wanita menikah dan kemudian hamil, maka sudah menjadi rahasia umum bahwa secara otomatis mereka juga akan langsung resign dari pekerjaannya. Bagi wanita jaman dulu, pekerjaan hanya sebagai pengisi dan kegiatan untuk mensuplemen pemasukan keluarga. Tetapi masih tetap menganggap bahwa sosok suami lah yang menjadi kepala keluarga yang harus bekerja.
  • Sekarang. Walaupun amsih ada beberapa hal yang sama dengan wanita jaman dulu, tetapi sekarang sudah ada keseimbangan antara dunia rumah tangga dan juga karir. Sekarang wnaita sudah mulai berpikir bahwa karir bukan hanya sebagai pengisi waktu tetapi juga untuk self-identity dan juga untuk memuaskan diri sendiri. Jika dulu banyak wanita yang resign karena mengikuti suami tugas di luar, maka sekarang juga bisa terjadi kebalikannya. Hal ini terjadi karena adanya pergeseran mindset dalam pikiran masyarakat.

Wanita karir dan penampilan

  • Dulu. Penampilan wanita hanya terbatas pada pakaian kantor saja. Anda pasti ingat “dress code” wanita karir di tahun 80-an dimana shoulder pad, power blazer dan tatanan rambut besar menjadi tren.
  • Sekarang. Penampilan wanita karir sekarang lebih professional dan sleek. Tetapi saat ini tidak ada aturan khusus yang mengikat perempuan pekerja harus memakai pakaian tertentu. Pekerjaan sekarang sifatnya tidak mengikat. Bahkan ada beberapa kantor yang membebaskan karyawan wanitanya untuk berbusana asalkan tetap professional dan sopan. Hal ini tentunya membuat para wanita karir lebih leluasa untuk berekspresi, misalnya memilih pakaian yang mempunyai fungsi ganda, yaitu bisa dipakai untuk bekerja dan untuk ke mall.

Nah, dengan begitu, banyak wanita yang sekarang lebih bisa menunjukkan kreativitas dan kemampuannya di bidangnya masing-masing. Tidak perlu terjadi underestimate, hanya karena seorang wanita terus dianggap tidak mampu mengerjakan tugas “berat”, dan lain sebagainya.