Tanda si Dia Pria penuh Drama

25 April 2013 | 09:38

Pria penuh drama memang bisa membuat frustasi. Pria penuh drama mempunyai sifat yang bertolak belakang dengan apa yang selama ini kita pikirkan tentang sosok pria yang gentle. Jika dulu kita mengenal sosok pria sebagai sosok yang gentle, selalu berpikir logis dan berpikir tentang masa depan, maka hal itu sudah mulai mengalami pergeseran sekarang. Pria jaman sekarang mulai bisa bersikap mendramatisir seperti halnya perempuan. Walaupun tidak semua pria seperti itu, cobalah amati dulu mana pria yang kemungkinan mempunyai sifat penuh drama dan mana yang tidak. Ini dia ciri-ciri pria bertipe drama dan melankolis:

Pria penuh drama

  • Galau di jejaring sosial. Dengan adanya situs jejaring sosial ini, maka para pria juga lebih mudah untuk mengutarakan perasaannya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang selalu curhat dan galau di situs jejaring sosial, bahkan ada yang menggunakan bahasa alay. Hal ini mungkin akan membuat mereka merasa akan menarik simpati perempuan, tetapi mereka tidak tahu bahwa hal ini justru akan membuat perempuan ilfil.
  • Ngambek. Pria penuh drama bersikap seolah-olah seperti perempuan, ngambek adalah salah satunya. Perempuan mungkin sudah terbiasa jika ngambek berlama-lama dan berkali-kali, tapi bagaimana dengan pria? Jika seorang pria sering sekali ngambek, hal ini malah menunjukkan bahwa dia mempunyai perasaan dan pikiran yang tidak stabil. Nah ketidakstabilan inilah yang akhirnya dijadikan indicator oleh orang lain untuk melihat apakah benar si dia sedang mendramatisir atau tidak.
  • Idealis, tapi? Idealis memang bisa menarik perhatian perempuan, tetapi tidak jarang juga yang hanya manis di bibir. Walaupun di luar dia sepertinya mempunyai prinsip yang kuat, tetapi kita bisa melihat apa yang ada di dalam dirinya. Karena apa yang dia ucapkan dan lakukan akan lebih memberitahukan pada kita siapa dia sebenarnya, bukan hanya dari tutur katanya.
  • Suka memberi materi sebagai lambang cinta. Pria penuh drama jama sekarang selalu mengukur semuanya dari segi materi. Mereka selalu memberikan materi kepada pasangannya sebagai bentuk cinta tetapi tidak menunjukkan ketulusan cinta. Hal ini sebenarnya sangat berbahaya di dalam sebuah hubungan.
  • Hanya ingin didengarkan. Cerita atau saran apapun yang kita berikan selalu diacuhkan, karena dia selalu merasa ingin dibutuhkan tapi tidak butuh untuk mendengarkan.