Teknik Berbicara Target Karir dengan Pasangan

6 November 2012 | 03:16

Target karir bagi seorang perempuan memang terkadang menjadi dilemma tersendiri. Target karir ini biasanya akan mendeg ketika seorang perempuan mulai focus pada urusan rumah tangga dan anak. Hal inilah yang menjadikan para perempuan merasa sulit untuk memutuskan mana yang terbaik untuk karirnya. Apakah dia akan terpaksa berhenti dari pekerjaan dan menjadi seorang Ibu rumah tangga saja? Ijin dari pasangan biasanya menjadi sesuatu yang susah untuk didapatkan. Tetapi pernahkah Anda memikirkan bahwa bisa saja pasangan tidak bisa memberikan ijinnya karena kesalahan komunikasi? Misalnya Anda meminta ijin tetapi kurang penjelasan dan ketika dalam waktu yang tidak tepat. Nah, untuk mulai membicarakan masalah karir bersama pasangan, lakukan beberapa langkah berikut ini.

Target karir

Pertama adalah cara berkomunikasi. Karena berkomunikasi adalah aturan utama di dalam sebuah pernikahan. Cobalah untuk terbuka dan komunikasikan apa yang ingin capai dalam karir atau dalam hidup. Beritahukan pada pasangan tentang target pekerjaan sampai cara untuk mencapainya. Karena dengan diskusi sejenak, Anda dan pasangan akan lebih memungkinkan untuk menemukan jalan tengah dan mencari solusi bersama,sama, misalnya dengan mengurus rumah bersama.

Target karir juga bisa Anda bicarakan dengan suami dengan cara yang kedua, yaitu dengan mengatur jadwal. Ketika Anda memutuskan untuk tetap berkarir, maka waktu Anda tentu saja akan tercurah untuk urusan kantor dan terkadang tidak ada waktu tersisa untuk mengurus rumah tangga dan juga berbicara dengan pasangan. Untuk itulah, mulai sekarang Anda harus bisa mengatur jadwal dengan lebih baik dan lebih bijak. Jika tidak perlu, hindari kerja lembur. Buktikan pada pasangan jika Anda masih bisa bertanggung jawab pada keluarga walaupun bekerja.

Ketiga, membuat analisa. Memang tidak mudah untuk membuat suatu perubahan di dalam karir Anda. Karena Anda harus mempersiapkan banyak sekali hal untuk bisa melakukan lonjakan yang berarti apda karir Anda. Nah, yang Anda perlu adalah dengan berbicara kepada pasangan dan juga berdiskusi tentang hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda impikan tersebut. Misalnya tentang peluang yang tersedia, tantangan yang akan Anda hadapi, asuransi, besar kecilnya pendapatan, dana pension, dan lain sebagainya. Jangan lupa untuk mendiskusikan kemungkinan yang akan terjadi jika Anda mengambil pekerjaan tersebut. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Anda dan pasangan harus bisa berdiskusi dengan bijak dan memutuskan keputusan yang terbaik. Jangan sampai membuat kedua belah pihak saling menyalahkan maupun menyesal di kemudian hari. Hal inilah yang harus Anda kedepankan.

Target karir juga bisa Anda bicarakan dengan baik-baik bersama pasangan dengan cara yang keempat, yaitu dengan memprioritaskan pernikahan Anda. Karena hubungan yang saling kooperatif, menghormati dan loyal terhadap masing-masing pasangan adalah kunci utama untuk mencapai kehidupan pernikahan yang bahagia. Tidak ada yang lebih penting selain support dan dukungan pasangan atas apapun yang disukainya. Untuk itulah, walaupun Anda ingin tetap mempunyai karir, Anda juga harus tetap memprioritaskan keluarga Anda daripada karir. Posisikan diri Anda sebagai pilar yang menyangga rumah tangga Anda. Ketika Anda dan pasangan belum mendapatkan buah hati mungkin masih mudah untuk membagi waktu antara keluarga dan karir, tetapi ketika Anda sudah mempunyai anak, maka keadaanpun akan semakin berbeda. Anda akan menjadi lebih sibuk di rumah sedangkan pekerjaan juga menuntut Anda untuk bersikap professional. Nah, untuk mengatasinya, Anda dan pasangan harus melakukan komunikasi. Misalnya dengan membuat keputusan untuk mencari pembantu rumah tangga atau menitipakn buah hati ke baby care, dan lain sebagainya.