Tidak Selamanya Aturan Rumah Tangga Bagus

3 January 2013 | 09:51

Aturan rumah tangga atau nasihat yang diberikan oleh para tetua ternyata tidak sepenuhnya bisa diikuti. Aturan rumah tangga yang terus-menerus dilontarkan tersebut terkadang menjadi aturan tidak tertulis yang sepertinya wajib diikuti. Padahal tidak semua saran tersebut benar adanya dan cocok untuk diaplikasikan. Lalu apa saja aturan yang sebaiknya Anda abaikan?

Aturan rumah tangga

Pertama, jadilah diri sendiri 100%. Semasa masih pacaran pun sudah banyak kata-kata mutiara tentang penerimaan secara apa adanya ini. tetapi pada kenyataannya, penerimaan secara apa adanya ini tidak baik untuk kehidupan pasangan. Mungkin kadangkala sifat asli muncul, misalnya mengeluh, sifat pemarah, pemalas, dan lain sebagainya. Tetapi ada kalanya Anda harus menahan diri untuk tidak mengikuti sifat asli Anda tersebut demi keharmonisan keluarga Anda. Anda dan pasangan bisa saling melengkapi dan saling berubah untuk lebih baik. Jadi, jangan ikuti aturan yang menyuruh Anda tampil apa adanya, karena “apa adanya” itu terkadang bukanlah yang terbaik untuk Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

Aturan rumah tangga kedua yang bisa dilanggar adalah melakukan semua hal bersama. Memang setiap pasangan menikah mempunyai kepentingan bersama, hal inilah yang kemudian membuat keduanya selalu menghabiskan waktu bersama. Tetapi hal ini bukan berarti Anda tidak bisa melakukan aktivitas sendiri tanpa suami. Misalnya ketika Anda suka window shopping, tidak ada salahnya Anda meluangkan waktu untuk window shopping sedangkan suami Anda bermain futsal. Dengan begitu, Anda berdua akan bisa menikmati hari dan kegiatan yang dilakukan secara terpisah tersebut.

Ketiga, jangan bertengkar. Aturan untuk tidak bertengkar dengan pasangan ada kalanya tidak diindahkan. Karena ada cara yang benar dalam bertengkar. Perbedaan pendapat merupakan sifat alamiah manusia. Jadi, jika And amengatakan tidak pernah berbeda pendapat dengan pasangan, maka sangat tidak mungkin. Saling jujurlah satu sama lain. Jika dilakukan dengan cara yang tepat, pertengkaran bisa memberikan manfaat. Hindari pertengkaran dengan cara menyudutkan, kata-kata kasar, kekerasan fisik ataupun berteriak.

Aturan rumah tangga yang keempat adalah anak merupakan prioritas utama. Anak memang sangat penting. Tetapi ingatlah, hubungan Anda dan suami juga tidak kalah pentingnya. Bahkan bisa dikatakan bahwa tidak akan ada anak Anda jika tidak ada suami. Jadi, jangan langsung bersikap cuek pada suami dan selalu saja hanya memperhatikan anak saja. Suami Anda juga membutuhkan perhatian khusus dari Anda. Agar Anda bisa meluangkan waktu berdua dengan sang suami tercinta, jangan sungkan untuk menyewa baby sitter atau menitip anak pada orang tua Anda.

Ketika Anda mendapatkan nasehat atau aturan dari orang lain, sebaiknya jangan langsung diterima. Saring dulu mana yang baik dan mana yang tidak. Dengan begitu, hubungan Anda dan suami tetap akan harmonis.