“Timing” yang Salah untuk Terapi Ozon

1 November 2012 | 03:00
share :
  • Facebook
  • Twitter
  • YahooBuzz

Terapi ozon ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan dan dengan timing yang tidak tepat. Terapi ozon memang semakin popular untuk menjaga kecantikan dan kesehatan kulit. Terapi ini merupakan teknik perawatan yang menggunakan ozon untuk membantu melepaskan energy proton yang dapat membantu memperbaiki system sirkulasi darah. Selain untuk kecantikan, terapi ini juga bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan darah untuk meningkatkan ketahanan, menyerap oksigen dan juga untuk mengoksidasi plak agar terhindar dari penyumbatan pembuluh darah.

Terapi ozon

Semua orang memang bisa melakukan perawatan ini, tetapi masih ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar. Karena ada beberapa kondisi di dalam tubuh yang tidak memungkinkan untuk dilakukan terapi ini. Lalu kondisi apa saja itu? Berikut uraiannya.

Kondisi pertama, ketika suntik vitamin C. suntik vitamin C adalah suatu perawatan yang dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuh dan juga untuk bisa mendapatkan kulit yang lebih cerah. Vitamin C mempunyai manfaat utama untuk menangkal polusi dan radikal bebas dari lingkungan sekitar dan juga untuk meningkatkan kesehatan kulit Anda. Tetapi jika Anda ingin melakukan terapi dengan ozo, harus harus memastikan bahwa beberapa saat sebelumnya, Anda tidak melakukan suntik vitamin C. Karena jika terjadi kedua perawatan ini secara bersamaan, manfaat terapi ozon tidak akan berpengaruh apapun. Hal ini disebabkan karena penyuntikan vitamin C berfungsi untuk menetralisasi fungsi terapi ozon. Jadi, daripada hasilnya sia-sia, sebaiknya Anda tidak melakukan dua terapi ini dalam waktu yang berdekatan atau bahkan bersamaan ya, ladies.

Terapi ozon juga tidak boleh dilakukan jika sedang dalam kondisi yang kedua, yaitu menstruasi. Karena ketika seorang perempuan sedang mengalami menstruasi, darahnya akan lebih cair daripada biasanya. Jadi jika pada saat perempuan sedang mengalami menstruasi dan melakukan terapi ozon ini, maka darah akan menjadi lebih cair dan akan mengganggu jalannya menstruasi.

Kondisi yang ketiga adalah sedang hamil. Karena pada dasarnya ketika kita sedang hamil, kita sangat tidak disarankan untuk melakukan pengobatan atau terapi inhalasi (pengisapan) atau terapi apapun yang membuat kita menghirup substansi apapun ke dalam tubuh. Nah terapi ini akan berakibat pada perubahan degenerative di dalam darah, jaringan tubuh, kerusakan sel dan juga menimbulkan stress oksidasi. Nah hal itu tentunya bisa mengganggu dan membahayakan sang ibu dan juga sang janin. Mungkin tidak akan berbahaya jika hanya dilakukan satu kali, tetapi efeknya akan sangat terlihat ketika dilakukan berulang-ulang.

Terapi ozon juga tidak boleh dilakukan ketika seseorang sedang dalam kondisi yang keempat, yaitu di bawah umur. Terapi ini sangat tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 17 tahun walaupun terapi ini membawa banyak manfaat. Hal ini dikarenakan hormone anak yang berusia di bawah 17 tahun belum stabil. Jadi, dengan melakukan terapi ini pada anak di bawah 17 tahun dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan hormone dan juga tubuh remaja.

Jadi, Anda sebagai perempuan dewasa sebaiknya juga mengawasi lingkungan sekitar Anda. Jika Anda ingin mengikuti terapi ini, sebaiknya memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa manfaat dan juga resiko yang harus Anda tanggung. Anda harus melihat kondisi tubuh Anda dan jangan member ijin jika misalnya anak atau adik Anda ingin ikut merasakan terapi ini jika usia mereka masih di bawah 17 tahun. Perawatan ini sebaiknya dilakukan dengan bijak agar tidak mengganggu kondisi tubuh dan hormone yang ada di dalam.