Topik yang Sebaiknya Dihindari di Awal Hubungan

6 March 2013 | 09:41

Topik pembicaraan tertentu di awal sebuah hubungan sebaiknya dihindari untuk menghindari masalah yang lebih sulit. Karena topik pembicaraan tertentu bisa membuat hubungan menjadi perpecahan antara Anda dan pasangan. Awal pacaran memang masa hangat-hangatnya suatu hubungan, tetapi tidak semua harus dibicarakan kan? Karena ketika Anda salah bicara, bisa saja dia malah menjauh. Lalu apa saja topic yang sebaiknya dihindari di masa awal pacaran?

Topik pembicaraan

  • Mengumbar status pacaran di social media. Dalam masalah hubungan, laki-laki biasanya lebih santai menyikapinya daripada perempuan. Mereka kurang suka untuk mengumbar hal pribadi di social media. Jadi, Anda tidak boleh terlalu memaksanya untuk membalas mention romantic Anda di twitter atau menanggapi status mesra dari Anda di facebook. Anda tidak bisa memaksanya untuk selalu mesra di social media karena hal ini justru akan membuatnya merasa risih dan menjauhi Anda. Toh kemesraan bukan untuk dipamerkan ke khalayak ramai kan?
  • Sang mantan. Topik pembicaraan yang satu ini pastinya menjadi topic yang sensitive bagi pasangan baru. Walaupun tidak sengaja, sebaiknya Anda menghindari pembicaraan tentang ini. jika sekali-sekali Anda membicarakannya hanya untuk mengambil pelajaran masih bisa dimengerti. Tetapi jika Anda selalu membicarakannya secara berulang-ulang, maka hanya akan membuat pasangan Anda malas dan menganggap bahwa dia hanya pelarian Anda saja. Membicarakan mantan (walaupun membicarakan keburukannya) akan menunjukkan bahwa Anda masih peduli padanya.
  • Topik tentang anak. Pria membutuhkan waktu dan keyakinan penuh terhadap sebuah komitmen. Dan pembicaraan tentang anak hanya akan membuatnya merasa terpojok jika Anda membicarakannya di awal hubungan. Kecuali jika hubungan Anda dan pasangan sudah mantap dan tinggal selangkah menuju pernikahan, maka topic ini tidak ada masalah. Jadi, jangan buat si dia terpojok dan tertekan dengan topic ini sebelum waktunya. Santai saja dan nikmati prosesnya.
  • Terlalu mengendalikan. Topik pembicaraan yang terkesan Anda terlalu memegang kendali atas pasangan Anda akan membuat si dia merasa tidak nyaman. Kita harus sadar bahwa setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda. Jadi, Anda tidak perlu terlalu memaksakan kehendak tentang apa yang harus dia katakan pada teman-teman Anda, mengatur jadwalnya, mengubah gayanya, dan lain sebagainya. Bersikaplah sewajarnya, jika memang perubahan itu diperlukan maka pastikan perubahan yang Anda usung kea rah kebaikan dan tidak membuatnya kacau.
  • Bertemu dengan orang tua. Sadar atau tidak, bertemu dengan orang tua akan menimbulkan kesan sebuah langkah yang besar dalam sebuah hubungan. Jika di awal hubungan pasangan Anda masih belum siap untuk bertemu dengan keluarga Anda, itu bukan berarti dia tidak serius dengan hubungan Anda berdua. Jangan pernah memaksakan kehendak.