Bagaimana Meminimalisir Pertengkaran dengan Pasangan?

17 November 2014 | 10:13

Pertengkaran dengan pasangan memang merupakan bumbu di dalam sebuah hubungan. Tetapi jangan jadikan alasan tersebut sebagai alasan untuk membiasakan pertengkaran dengan pasangan. Dua orang pastinya mempunyai pemikiran yang berbeda, baik untuk menyikapi tentang uang, waktu, anak- anak dan lain sebagainya. Hal- hal sederhana dan tidak penting pun akan menjadi alasan untuk tersulutnya pertengkaran, tetapi sebaiknya hal ini tidak dibiasakan agar keharmonisan sebuah keluarga tetap terjalin. Karena apapun alasannya, pertengkaran bisa terjadi kapanpun tanpa diminta maupun direncanakan. Dan ketika Anda dan pasangan merasa emosi, jangan langsung terbawa suasana sehingga menyulut pertengkaran. Nah untuk menghindari pertengkaran, lakukan beberapa hal berikut ini:

Pertengkaran dengan pasangan

  • Pelankan suara Anda ketika sedang bertengkar. Ketika Anda sedang dalam kondisi emosi, tarik nafas dalam- dalam dan berikan waktu untuk diri sendiri sebelum menyampaikan pendapat. Diam sejenak bisa membuat situasi memanas sedikit mereda. Cobalah untuk koreksi kata- kata Anda dan kecilkan suara Anda serta pelankan nada bicara Anda. Dengan begitu, pertengkaran akan sedikit teredam. Pikirkan kembali apa yang akan Anda ungkapkan sebelum Anda menyesal dan menyakiti hati pasangan Anda.
  • Tanyakan alasan kenapa terjadi pertengkaran. Pertengkaran dengan pasangan jangan berlarut- larut karena akan menyulut api amarah yang semakin besar. Sebaiknya Anda bertanya dengan intonasi rendah tentang alasan terjadinya pertengkaran tersebut. Jangan turuti hati yang sedang terbakar amarah. Usahakan Anda mempraktekkan cara yang pertama dan buatlah diri Anda lebih tenang dan santai. Pecahkan masalah Anda dan pasangan dengan perlahan, santai dan tenang agar Anda berdua tidak saling menyalahkan. Jangan jadikan pasangan sebagai musuh Anda. Anggaplah dia sebagai teman ketika sedang bertengkar.
  • Cintailah pasangan Anda dengan tulus. Ketika Anda dan pasangan sedang diliputi amarah, biasanya semua hal baik yang ada pada pasangan langsung terlupakan. Padahal jika Anda mau mengingat kebaikan yang ada di dalam pasangan dan mengapa Anda mencintainya dan apa yang sudah dia lakukan pada Anda selama ini, maka kemarahan Anda akan mudah diredam. Turunkan amarah dengan cara menarik nafas dalam- dalam. Bayangkan Anda dan pasangan Anda sedang menikmati liburan pada bulan madu Anda. Dengan begitu, emosi Anda akan sedikit tenang dan tidak lagi meledak- ledak karena amarah.

Pertengkaran dengan pasangan memang wajar tetapi tidak seharusnya dijadikan kebiasaan. Komunikasikan dengan baik apa yang membuat Anda tidak nyaman. Jangan biasakan untuk berteriak atau menaikkan nada suara Anda karena hal ini justru akan meningkatkan emosi Anda dan pasangan menjadi tidak terkendali. Terlebih ketika Anda sudah mempunyai anak, jangan biasakan anak Anda mendengar orang tuanya berteriak satu sama lain karena akan berpengaruh terhadap psikologisnya. Jadilah orang tua yang bijaksana untuk menjadi keluarga yang bahagia.